Wanda: Dendam Membara di Balik Keheningan, Tragedi Berdarah di Lubuk Alung

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUK ALUNG, NGALAMUTAS.COM – Satria Juhanda, atau Wanda, dikenal sebagai sosok pendiam di Lubuk Alung,  Sumatera Barat Namun, di balik keheningannya, terpendam bara dendam yang membakar, mengubahnya menjadi mesin pembunuh yang mengerikan.

Pada tahun 2024, api dendam itu mulai berkobar. Wanda merasa dikhianati dan direnggut kebahagiaannya oleh Siska dan Adek. Sakit hati yang mendalam itu mendorongnya untuk melakukan tindakan keji, membunuh dan mengubur kedua wanita itu di sumur belakang rumahnya. Sumur itu menjadi saksi bisu bisikan dendam yang tak terucapkan. Setahun kemudian, Juni 2025, bara dendam itu kembali menyala. Septia, seorang mahasiswi, menjadi korban amarahnya yang tak terkendali. Wanda, dengan brutal, memutilasi tubuh Septia dan membuangnya ke Sungai Batang Anai, mencoba menghapus jejak dendam yang telah merasuki jiwanya.

Namun, kejahatan itu tak bisa disembunyikan selamanya. Polisi menemukan potongan tubuh Septia dan mengungkap identitas Wanda sebagai pelaku. Di bawah tekanan, Wanda mengakui perbuatannya, membuka tabir kelam tentang sumur maut yang selama ini menyimpan dendamnya yang membara.

Wanda kini menghadapi hukuman mati, konsekuensi dari dendam yang tak terkendali. Kasusnya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan trauma bagi masyarakat Lubuk Alung. Sumur itu kini ditutup rapat, menjadi pengingat abadi tentang betapa dahsyatnya kekuatan dendam yang bisa mengubah manusia menjadi monster. Kisah Wanda adalah peringatan bahwa dendam yang dipendam bisa meledak menjadi tragedi yang tak terbayangkan.

(LS)

Berita Terkait

Jelang Alih Tugas, AKBP Bramastyo Berpamitan dan Titip Semangat Pengabdian kepada Personel Polres Kediri
Warga dan Ojol Dukung Uji Coba Jalan Terusan Griyashanta, Dinilai Mampu Urai Kemacetan
Graha Arshaka Resmi Diresmikan, Edi Purwanto Pimpin PC IKA-PMII Kota Malang 2026–2031.
Sri Mulyana Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Kedungkandang, Bidik Tiga Kursi DPRD 2029
Culture Carnival Sumbersekar 2026, Kolaborasi Budaya, Gotong Royong, dan Pemberdayaan Ekonomi.
Sedekah Bumi Desa Gadon Blora Meriah, Warga Lestarikan Tradisi Leluhur Lewat Pentas Ketoprak
Yakuza Maneges Desak Cekal Penampilan Icha Cellow dan Mala Agatha di Jatim
HUT ke-25 Partai Demokrat, Sam Tito Sebut Kepedulian Lingkungan Sebagai Investasi Masa Depan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:41 WIB

Jelang Alih Tugas, AKBP Bramastyo Berpamitan dan Titip Semangat Pengabdian kepada Personel Polres Kediri

Senin, 27 Juli 2026 - 07:33 WIB

Warga dan Ojol Dukung Uji Coba Jalan Terusan Griyashanta, Dinilai Mampu Urai Kemacetan

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:00 WIB

Graha Arshaka Resmi Diresmikan, Edi Purwanto Pimpin PC IKA-PMII Kota Malang 2026–2031.

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:09 WIB

Sri Mulyana Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Kedungkandang, Bidik Tiga Kursi DPRD 2029

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:04 WIB

Culture Carnival Sumbersekar 2026, Kolaborasi Budaya, Gotong Royong, dan Pemberdayaan Ekonomi.

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:39 WIB

Yakuza Maneges Desak Cekal Penampilan Icha Cellow dan Mala Agatha di Jatim

Jumat, 24 Juli 2026 - 05:08 WIB

HUT ke-25 Partai Demokrat, Sam Tito Sebut Kepedulian Lingkungan Sebagai Investasi Masa Depan

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:33 WIB

Jelang HUT ke-25, Partai Demokrat Kabupaten Malang Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di Pasar Pakis.

Berita Terbaru