Tanah Amblas di Desa Pondok Balik Mengancam Jalur Vital Kabupaten

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto Istimewa

i

Poto Istimewa

TAKENGON (ACEH TENGAH), NGALAMUTAS.COM – Fenomena pergerakan tanah di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, semakin mengkhawatirkan. Hingga Selasa (13/1/2026), pergerakan tanah dilaporkan melebar dan kini mengancam keberadaan Jalan Buter-Pondok Balik, jalur kabupaten yang menjadi akses vital transportasi dan distribusi hasil pertanian masyarakat setempat menghubungkan Blang Mancung dengan Simpang Balik.

Peristiwa ini menjadi sorotan media sosial setelah sebuah video drone memperlihatkan lubang besar yang terbentuk akibat pergerusan tanah yang mendekati badan jalan. Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, menyatakan bahwa belum diketahui pasti kapan lubang tersebut terbentuk, namun Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Aceh telah melakukan pengukuran pertambahan luasnya.

“Berdasarkan data ESDM Aceh, luas longsoran pada tahun 2025 mencapai lebih dari 27.000 meter persegi dan telah mendekati jalan kabupaten,” ujar Andalika.

Kajian tahun 2022 oleh BPBD Aceh Tengah bersama tim geologi dan survei geofisika ESDM Aceh menyebutkan bahwa longsoran terjadi pada lapisan tanah permukaan yang jenuh air dan didominasi material vulkanik yang mudah mengantarkan air. Andalika menegaskan bahwa fenomena ini bukan sinkhole klasik, melainkan slow moving landslide atau pergerakan tanah secara perlahan.

Penyebab Pergerakan Tanah

Menurut kajian yang dilakukan, penyebab longsor antara lain:

– Struktur tanah yang tidak stabil
– Curah hujan tinggi
– Kemiringan lereng yang curam
– Retakan lama yang menjadi jalur masuk air
– Beban dinamis dan statis di sekitar lokasi
– Faktor aktivitas gempa bumi

Wilayah Kampung Bah dan sekitarnya dikategorikan zona tinggi rawan pergerakan tanah, dengan pergerakan yang sangat aktif dan berkelanjutan. Selain itu, sejak Gempa Gayo 2013 yang mengguncang lokasi tersebut beserta beberapa kampung lain di Kecamatan Ketol, luas longsoran terus bertambah. Di luar area lubang, terdapat lahan pertanian masyarakat yang ditanami tebu dan cabai.

4 Rekomendasi Penanganan

Berdasarkan kajian tim ahli, terdapat empat poin rekomendasi untuk penanganan fenomena tersebut:

1. Melakukan rekomendasi struktural/teknis dan nonstruktural lebih lanjut terkait penanganan longsoran tanah di Kampung Bah dan kampung terkait.
2. Melaksanakan pemantauan berkelanjutan dan berkala terhadap perkembangan gerakan tanah.
3. Memasang rambu peringatan rawan longsor, garis pembatas, serta pengaman di sekitar lokasi; saat ini telah dipasang police line di Jalan Buter-Pondok Balik.
4. Melakukan koordinasi lintas sektor antara BPBD, Dinas PUPR, Dinas ESDM Aceh, dan dinas terkait untuk merencanakan relokasi trase jalan, serta penanganan power sutet dan perkebunan warga di sekitarnya.

Andalika mengaku bahwa pihaknya sedang melakukan upaya penanganan akses jalan di beberapa lokasi terisolasi pascabencana banjir dan longsor di Aceh Tengah, dengan prioritas mengatasi isolasi warga bersama sejumlah instansi termasuk TNI dan Polri.

“Terkait jalan ini juga kami bahas, tetapi prioritas kami upayakan isolasi warga dapat dilakukan dengan segera,” tutupnya.

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru