KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kota Malang, Kiky Tutik Sundari, menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi bersama insan media siber dalam mendukung pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, serta pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah Malang Raya.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya yang digelar di Warung Tani, Mulyoagung, Dau, Kabupaten Malang, Senin (11/05/2026).
Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul “Bukan Sekadar Berita: Jalan Terjal dan Siasat Bisnis Pengusaha Media Siber Malang Raya”, yang menjadi simbol perjalanan dan perjuangan para pelaku media digital di daerah.
Sebagai tokoh perempuan yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan, Kiky menilai media siber memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, media tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menggerakkan masyarakat menuju kemajuan.
“Peran jurnalis dan pengusaha media saat ini sangat krusial. Kami di Srikandi PP melihat media sebagai mitra strategis untuk memastikan program pemberdayaan perempuan, UMKM, dan ekonomi kreatif dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas,” ungkap Kiky.
Ia menambahkan, keberadaan media yang profesional dan berpihak pada kepentingan masyarakat akan sangat membantu organisasi perempuan seperti Srikandi PP dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM perempuan yang memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan dukungan publikasi agar produk mereka dikenal lebih luas. Di sinilah peran media menjadi sangat penting sebagai jembatan promosi dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami ingin perempuan-perempuan pelaku usaha di Malang Raya bisa naik kelas. Produk mereka bagus, kreativitas mereka luar biasa, hanya saja perlu dukungan publikasi yang kuat. Media siber bisa menjadi jembatan penting untuk memperluas pasar mereka,” lanjutnya.
Kehadiran Kiky dalam acara tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan media online. Ia menilai, peluncuran buku yang dilakukan SMSI Malang Raya merupakan bukti nyata bahwa membangun media di era digital membutuhkan konsistensi, kecerdasan strategi, dan keberanian menghadapi tantangan industri pers yang terus berubah.
“Buku ini bukan hanya dokumentasi perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa membangun media di daerah itu membutuhkan perjuangan besar. Ini adalah bentuk edukasi sekaligus motivasi bagi generasi muda yang ingin terjun di dunia jurnalistik dan media digital,” jelasnya.
Kiky berharap, memasuki usia pertama, SMSI Malang Raya dapat terus berkembang sebagai organisasi yang solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Srikandi PP dan SMSI dalam berbagai kegiatan sosial, edukasi, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti di acara seremonial saja, tetapi bisa diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ketika perempuan kuat, UMKM tumbuh, dan media berjalan sehat, maka pembangunan daerah akan semakin maju,” tegasnya.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan yang diusung dalam perayaan HUT pertama SMSI Malang Raya, yakni “Makmur Karyanya, Mbois Gaungnya, Sae Beritanya”, yang mencerminkan harapan agar media tidak hanya menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, tetapi juga mampu membawa kesejahteraan bagi pelakunya serta manfaat luas bagi masyarakat.
Melalui momentum ini, kolaborasi antara organisasi perempuan dan media siber diharapkan menjadi kekuatan baru dalam membangun Malang Raya yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
(Kim)
![]()







