Simbol Kerukunan, Festival ‘Harmony of Love’ di Klenteng Eng An Kiong Pikat Warga Malang.

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu, (14/02/2026). (Foto : Kim)

i

Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu, (14/02/2026). (Foto : Kim)

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Memasuki Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Klenteng Eng An Kiong Malang kembali menunjukkan pesonanya sebagai pusat akulturasi budaya. Melalui festival bertajuk “Harmony of Love & Prosperity”, klenteng bersejarah yang terletak di kawasan Kotalama ini menggelar rangkaian perayaan meriah selama empat hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Selasa, 14-17 Febuari 2026.

​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Malang. Area klenteng tidak hanya dipenuhi oleh umat yang beribadah, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menikmati bazar UMKM dan berbagai kompetisi seni.

​Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum menjelang bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, pihak yayasan memilih konsep yang memadukan kemeriahan dengan penghormatan antarumat beragama.

​”Kegiatan ini berlangsung selama empat hari. Meski dikemas dengan nuansa yang lebih sederhana sebagai bentuk toleransi bagi saudara kita umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, semangat kebersamaannya justru terasa lebih kuat dan meriah,” ujar Rudi Phan saat ditemui di lokasi, Sabtu (14/2).

Penyerahan hadiah untuk lomba kelompok usia dini. (Foto : Kim)

​Rudi menambahkan bahwa menurut penanggalan Kongzili, tahun ini merupakan Tahun Kuda Api. Ia berharap simbol tersebut menjadi pelecut semangat bagi masyarakat.

​”Kuda Api melambangkan kerja keras dan semangat yang menyala. Harapannya, kita semua tidak mudah lelah, lebih giat bekerja, dan semakin kompak di tahun ini,” tuturnya.

​Selain aspek spiritual, festival ini juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Sebanyak 28 pelaku UMKM dilibatkan untuk mengisi area bazar di dalam klenteng, menyajikan berbagai produk kuliner dan kerajinan.

​”Kami ingin keberadaan klenteng juga memberi dampak ekonomi. Ada 28 UMKM yang ikut meramaikan, dan ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh datang menikmati suasana,” tambah Rudi.

Klenteng Eng An Kiong Malang menyambut Tahun Baru Imlek 2557 Kongzli. (Foto : Kim)


​Sepanjang empat hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi beragam atraksi budaya yang memadukan tradisi Tiongkok dan Nusantara. Berdasarkan jadwal acara, beberapa daya tarik utama.

​Seni tradisional, panitia menyuguhkan pertunjukan Barongsai (Lion Dance), bela diri Wushu, Tai Chi, serta seni ganti wajah yang langka, Bian Lian. Disamping itu ada kolaborasi musik dengan alunan alat musik petik Pipa yang bersanding harmonis dengan instrumen bambu Angklung.

Menariknya diperingatan Imlek kali ini, juga menjadi wadah edukasi kuliner yakni Workshop Yúshēng, sebuah tradisi meracik salad keberuntungan yang menjadi simbol kemakmuran bagi warga Tionghoa.

Bazar kuliner di dalam klenteng Eng An Kiong Malang di serbu pengunjung. (Foto ; Kim)

​Tak ketinggalan, Pihak panitia juga memberikan ruang luas bagi anak-anak dan remaja untuk berkompetisi. Berbagai lomba digelar, mulai dari Mandarin Singing Competition, lomba mewarnai, Story Telling, hingga lomba pidato dan Modern Dance.

​Rangkaian festival “Harmony of Love & Prosperity” ini akan ditutup dengan prosesi doa bersama sebagai puncak rasa syukur. Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, informasi detail mengenai jadwal pertunjukan harian dapat diakses melalui akun resmi @engankiong_official.

​Perayaan di Klenteng Eng An Kiong tahun ini kembali mempertegas posisi Kota Malang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan dalam keberagaman.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru