Sepertinya Kami Tak Butuh Bantuan Makanan Lagi, Kirimkan Kami Kain Kafan Saja

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KECAMATAN LINGE(KABUPATEN ACEH TENGAH), NGALAMUTAS.COM – Delapan hari telah berlalu sejak longsor dan banjir bandang melanda Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Namun, warga di wilayah yang terisolir ini belum menerima sedikit pun bantuan logistik dari pemerintah maupun pihak terkait, membuat stok makanan kian menipis dan keputusasaan merajalela di tengah akses yang terputus total.

Meskipun terkurung dan terancam kelaparan, semangat warga untuk bertahan tidak padam. Mereka melakukan berbagai upaya mandiri: membangun landasan pacu darurat untuk helikopter, bahkan menyumbangkan BBM dari kendaraan pribadi untuk menghidupkan genset yang menjadi sumber listrik satu-satunya. Setiap langkah tersebut dibuat dengan harapan bantuan akan segera tiba.

Ironisnya, harapan itu seringkali hancur ketika warga melihat helikopter yang diduga membawa bantuan terbang melintasi langit mereka. Tidak satu pun helikopter tersebut yang turun di landasan yang telah mereka siapkan dengan susah payah. “Kita melihat mereka terbang lewat, tapi tidak ada yang mau turun. Seperti kita tidak ada di sini,” ujar Aramiko, seorang warga setempat.

Kondisi kelompok rentan menjadi yang paling memprihatinkan. Aramiko mengungkapkan, “Banyak orang tua di sini yang terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer ke Aceh Tengah hanya untuk mendapatkan susu. Banyak juga ibu hamil yang nasibnya tidak jelas.” Akses utama ke pusat kota terputus akibat longsor dan banjir, sehingga satu-satunya jalur yang bisa digunakan adalah jalur darurat roda dua yang mereka buat sendiri – hanya cukup untuk sepeda motor.

Akibat terisolirnya wilayah dan lambatnya bantuan, tingkat keputusasaan di kalangan warga telah mencapai puncaknya. Saat berbicara tentang kondisi mereka, Aramiko mengucapkan kalimat yang memilukan yang menggambarkan rasa putus asa yang mendalam: “Sepertinya sekarang kami tidak butuh bantuan makanan lagi. Kirim kami kain kafan saja,” katanya dengan suara lirih, seolah telah menyerah pada nasib yang tak terduga di tanah Linge.

Sumber: Tribun medan.

(Red)

Loading

Berita Terkait

Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari
Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.
Target Besar DPD PAN Kabupaten Malang Memecah Kebuntuan Kursi DPRD Melalui Sosok Visioner Abah Makhrus.
Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara
Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol
Cetak Auditor Tangguh, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tuntaskan Pelatihan Sispamobvitnas
Kapolres Kediri Terima Audiensi PJDBI, Bahas Penguatan Diklat dan Edukasi Kebangsaan
Polres Blora Amankan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Ilegal dari Tuban

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:52 WIB

Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari

Selasa, 21 April 2026 - 12:28 WIB

Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.

Selasa, 21 April 2026 - 12:21 WIB

Target Besar DPD PAN Kabupaten Malang Memecah Kebuntuan Kursi DPRD Melalui Sosok Visioner Abah Makhrus.

Selasa, 21 April 2026 - 05:52 WIB

Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara

Selasa, 21 April 2026 - 05:51 WIB

Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Kapolres Kediri Terima Audiensi PJDBI, Bahas Penguatan Diklat dan Edukasi Kebangsaan

Senin, 20 April 2026 - 13:04 WIB

Polres Blora Amankan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Ilegal dari Tuban

Senin, 20 April 2026 - 09:37 WIB

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan DPO Curanmor di Kalimas, Sempat Kabur Usai Viral

Berita Terbaru