Satu Komando atau Bubar! Surat Terbuka JKJT Minta Presiden Pertegas Taring BNPB.

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM –  Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) bersama Monitoring Disaster Impact (MDI) secara resmi melayangkan surat terbuka dan usulan strategis kepada Presiden Republik Indonesia dan Pimpinan DPR RI. Langkah ini diambil menyusul keprihatinan atas lemahnya koordinasi nasional dan carut-marutnya implementasi mitigasi bencana di lapangan, berkaca pada penanganan banjir besar di Sumatera baru-baru ini.


​Ketua Umum JKJT, Ag Tedja Bawana, menegaskan bahwa penguatan sistem kebencanaan tidak boleh diseret ke ranah perebutan pengaruh antar-kementerian. Menurutnya, wacana yang berkembang saat ini—termasuk masukan dari Kementerian Dalam Negeri—berpotensi mengaburkan peran utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

​”BNPB adalah focal point. Kita tidak butuh banyak ‘kepala’ dalam bencana. Yang kita butuhkan adalah satu komando yang kuat. Saat ini, kita melihat ada kecenderungan penanganan bencana terjebak dalam paradigma administratif dan seremonial, sementara di lapangan relawan dan rakyat bingung siapa yang harus diikuti instruksinya,” ujar Ag Tedja dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

​Berdasarkan investigasi lapangan di wilayah terdampak banjir Sumatera, MDI menemukan adanya jurang pemisah yang lebar antara diskusi di tingkat pusat dengan realitas di lokasi bencana.

​”Mitigasi itu bukan cuma istilah di seminar atau forum akademik. Mitigasi harus menjawab: siapa melakukan apa dan kapan? Fakta di lapangan menunjukkan fungsi komando BNPB belum optimal menerjemahkan teori mitigasi menjadi tindakan operasional yang taktis,” tambah Ag Tedja.

​Dalam surat terbuka tersebut, MDI dan JKJT merumuskan enam usulan resmi guna menyelamatkan sistem penanggulangan bencana nasional:

​1. Evaluasi Total Tata Kelola Internal BNPB, khususnya pada fungsi komando dan pengambilan keputusan saat status darurat.

​2. Penguatan BNPB sebagai Lead Sector, bukan sekadar koordinator administratif yang bisa diabaikan kementerian lain.

​3. Standardisasi Incident Command System (ICS) agar seluruh lembaga bekerja dalam satu rantai komando yang utuh.

​4. Harmonisasi Regulasi untuk menghapus hambatan birokrasi yang memicu keterlambatan bantuan.

​5. Penyamaan Paradigma Mitigasi berbasis kondisi riil, bukan sekadar hafalan teori.

​6. Hentikan Pendekatan Seremonial, beralih ke pendekatan operasional yang berdampak langsung pada korban.

​MDI dan JKJT menutup pernyataan mereka dengan mengingatkan bahwa keterlambatan mengambil keputusan dalam bencana adalah bentuk kegagalan negara dalam melindungi rakyat.

​”Penanganan bencana butuh kecepatan dan kepekaan sosial, bukan sekadar laporan di atas kertas. Kami mendesak Presiden untuk segera melakukan penguatan kewenangan BNPB agar tragedi kemanusiaan tidak terus berulang akibat kelemahan sistem,” tutup Ag Tedja Bawana.

(KIM)

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru