Satu Abad NU dalam Dialektika PITI Malang Raya: Menyatukan Teologi Islam dan Kearifan He (和).

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 01:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Memasuki gerbang satu abad Nahdlatul Ulama (NU), sebuah peradaban besar tengah merayakan konsistensinya dalam menjaga moderasi. Bagi Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPD PITI) Malang Raya, peringatan yang akan mencapai puncaknya di Stadion Gajayana (7-8 Februari 2026) ini bukan sekadar perayaan organisasi, melainkan sebuah simposium nilai tentang bagaimana Islam dan kebangsaan berpadu secara estetik.


​Ketua DPD PITI Malang Raya, Leo A. Permana, S.H., M.Hum., memandang perjalanan seratus tahun NU melalui kacamata intelektual yang memadukan prinsip Islam dengan kearifan luhur Tionghoa. Menurutnya, NU telah berhasil mengimplementasikan konsep “He er bu tong” (和而不同)—Harmoni dalam Perbedaan.

​”Dalam satu abad ini, NU telah menjadi oase bagi prinsip Wasathiyah (moderat). Bagi kami, warga PITI, NU adalah manifestasi nyata dari Tian Xia Yi Jia (天下一家)—Di bawah langit, kita adalah satu keluarga. Inilah esensi dari Ukhuwah Wathaniyah yang selama ini dijaga oleh para kiai,” ujar Leo A. Permana, Selasa (03/02/2026).

​Leo menegaskan bahwa intelektualitas NU dalam meramu fiqih dengan kearifan lokal (Ur’f) memberikan ruang bagi etnis Tionghoa untuk memeluk Islam tanpa harus kehilangan akar budayanya. Inilah yang disebutnya sebagai jembatan emas menuju Ihsan dalam berbangsa.

​Secara historis, PITI melihat NU memiliki kekuatan pada sanad keilmuan yang terjaga. Berdirinya NU pada 16 Rajab 1344 H oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari merupakan titik tolak perlawanan terhadap kolonialisme melalui jalur intelektual dan spiritual.

​KH Hasyim Asy’ari dan etika sosialnya menanamkan bahwa menjaga persatuan adalah bagian dari iman. Sedangkan KH Wahab Hasbullah dengan diplomasinya, membuka cakrawala bahwa Islam harus bergerak dinamis di panggung global.

​Kemudian, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sang maestro pluralisme yang bagi PITI adalah sosok yang menghidupkan kembali konsep Ren (仁) atau Kemanusiaan bagi warga Tionghoa di Indonesia.

​Leo A. Permana menekankan bahwa tantangan di abad kedua bukan lagi soal eksistensi, melainkan bagaimana menjaga Dao (道) atau Jalan Kebenaran di tengah gempuran polarisasi ideologi.

​”PITI Malang Raya melihat NU sebagai benteng intelektual yang melindungi nalar publik dari ekstremisme. Kami berdiri bersama NU untuk memastikan bahwa Islam di Indonesia tetaplah Islam yang penuh kasih sayang, yang menghargai setiap tetes darah dan keringat anak bangsa, tanpa memandang etnisitas,” tambahnya.

​Momentum di Stadion Gajayana pada Februari 2026 mendatang menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa selama NU tetap berdiri sebagai pilar moderasi, maka rumah besar bernama Indonesia akan tetap kokoh dalam bingkai toleransi yang hakiki.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru