​Respons Aspirasi Aliansi Pelita Nusantara, Satpol PP Kota Malang Klarifikasi Duduk Perkara Perizinan The Souls.

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi massa Aliansi Pelita Nusantara saat audensi terbuka dengan Satpol PP Kota Malang. (foto : Kim).

i

Aksi massa Aliansi Pelita Nusantara saat audensi terbuka dengan Satpol PP Kota Malang. (foto : Kim).

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pelita Nusantara menggelar aksi damai di depan Balai Kota Malang, Kamis (15/01/2026).

Massa menuntut ketegasan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terkait legalitas operasional tempat hiburan malam (THM) The Souls, yang diduga belum melengkapi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan menyalahi prosedur perizinan.

​Aksi yang berlangsung dalam pengawalan ketat aparat kepolisian tersebut diterima langsung oleh jajaran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang.

Sementara itu, Kasatpol PP Heru Mulyono memaparkan secara teknis hambatan regulasi dan pembagian kewenangan antara pemerintah daerah dan Provinsi.

Pihaknya menjelaskan bahwa berdasarkan sistem perizinan berusaha saat ini, terdapat pembagian kewenangan yang sangat spesifik. Untuk jenis usaha klub malam dan diskotek, kewenangan berada di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena masuk dalam kategori risiko menengah tinggi.

​”Terkait The Souls, izin penjualan minuman beralkohol (minol) golongan A, B, dan C sudah lengkap. Namun, untuk izin usaha pariwisatanya, memang terjadi dinamika. Izin Bar sempat terbit, namun terhapus sistem saat pengelola mengajukan pencabutan izin diskotek dan klub malam. Inilah yang sedang kami koordinasikan kembali dengan Provinsi,” ujar Heru.

​Lebih lanjut, Heru mengungkapkan bahwa pada 11 November lalu, pihaknya telah melakukan operasi bersama Satpol PP Provinsi Jatim. Saat itu, manajemen diberikan waktu dua bulan hingga 11 Januari untuk memenuhi komitmen perizinan, termasuk Amdal. Namun, hingga tenggat waktu berakhir, pihak Pemkot Malang belum menerima konfirmasi resmi dari Provinsi mengenai status kepatuhan tersebut.

​Menanggapi tuntutan massa mengenai Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Heru menekankan bahwa Satpol PP bertindak sebagai eksekutor berdasarkan rekomendasi teknis dari dinas terkait.

​”Secara administratif, bangunan tersebut memiliki KKPR dan PBG. Namun untuk SLF, kami menunggu laporan resmi dari Dinas PU. Jika Dinas PU menyatakan bangunan tersebut tidak laik fungsi, barulah kami memiliki dasar hukum yang kuat untuk menindak. Kami harus berhati-hati agar tindakan kami tidak dipatahkan saat sidang Tipiring,” tegasnya.

​Koordinator Lapangan Pelita Nusantara, Damanhury Jab, menyampaikan pernyataan sikap resmi yang memuat delapan poin tuntutan kepada Pemkot Malang:

Korlap aksi Aliansi Pelita Nusantara, Damanhury Jab saat menyampaikan 8 point tuntutan, yang diterima oleh PPNS Satpol PP Kota Malang. (Foto : Kim).

1. Menuntut konsistensi penegakan Perda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

2. Mendesak penutupan sementara hingga permanen bagi The Souls dan THM lain yang tidak mengantongi SLF serta izin lengkap.

3. Melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh perizinan THM di wilayah Kota Malang.

4.Pemberian sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Meminta evaluasi terhadap kinerja Satpol PP Kota Malang dalam fungsi pengawasan.

​6. Menuntut keterbukaan informasi publik mengenai data perizinan usaha hiburan malam.

​7. Mengajak elemen masyarakat dalam pengawasan penegakan Perda di lingkungan.

​8. Menuntut tanggung jawab langsung Wali Kota Malang dalam menjamin legalitas usaha di wilayahnya.

​Sebagai bentuk respons terhadap aspirasi massa, Kasatpol PP Kota Malang berkomitmen untuk segera melayangkan surat kepada Dinas PU guna menanyakan status SLF secara resmi. Selain itu, minggu depan pihaknya berencana memanggil kembali manajemen The Souls untuk klarifikasi dokumen terbaru.

Ka Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono memberikan keterangan sesuai aksi damai Aliansi Pelita Nusantara. (foto : kim)

​Mengenai isu pajak daerah, Heru menjelaskan bahwa hal tersebut kewenangan Bapenda. Namun sepengetahuan ia, bahwa retribusi tetap ditarik karena pajak makanan dan minuman merupakan titipan konsumen kepada negara melalui pengusaha.

“Sepanjang ada transaksi, pengusaha wajib menyetorkan pajak yang dipungut dari customer, terlepas dari status izin usahanya,” pungkas Heru.

​Aksi berakhir kondusif dengan kesepakatan bahwa masyarakat melalui Pelita Nusantara akan terus mengawal proses koordinasi antara Pemkot Malang, Pemerintah Provinsi, dan pihak pengusaha.

(KIM)

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru