BANGKALAN, NGALAMUTAS.COM – Penangkapan pelaku pencurian sapi berinisial AM di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berakhir tragis pada Sabtu (13/12/2025) dini hari. AM meninggal dunia setelah terkena tiga kali tembakan, sementara seorang anggota polisi mengalami dua luka bacok akibat serangan senjata tajam dari pelaku.
Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menjelaskan, salah satu anggotanya yang terlibat operasi, Briptu Khairul Mufid, harus dilarikan darurat ke rumah sakit. “Anggota kami mengalami luka di perut sebelah kanan serta pinggang kiri akibat serangan parang dari pelaku,” ujarnya pada Senin (15/12/2025).
Peristiwa itu bermula saat sembilan personel kepolisian melakukan pengintaian terhadap tiga terduga pencurian hewan ternak yang selama ini meresahkan warga, yakni AM, Z, dan S. Dalam operasi tersebut, S berhasil melarikan diri, Z diamankan tanpa perlawanan, sedangkan AM melakukan perlawanan sengit saat hendak ditangkap.
“AM membawa dua parang dan menyerang petugas ketika akan diamankan,” tambah Hendro Sukmono.
Sebelum ditembak, petugas telah memberikan dua kali tembakan peringatan kepada AM. Karena situasi semakin membahayakan dan ancaman terhadap keamanan petugas tetap ada, aparat mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah kaki pelaku untuk melumpuhkannya. Tercatat tiga tembakan dilepaskan, namun akibat kehilangan darah yang banyak, AM meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit.
Kepala Desa Kendaban, Kecamatan Tanah Merah, Gafur, menyatakan bahwa pelaku pencurian ternak tersebut kerap beraksi di berbagai wilayah dan sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Ia pun mengapresiasi langkah tegas aparat yang dinilai telah sesuai prosedur. “Kami berharap anggota kepolisian yang terluka segera pulih,” tutupnya.
Sumber: Informasi resmi Kapolres Bangkalan dan Kepala Desa Kendaban
( Ngalamutas.com )
![]()














