KOTA MALANG, NGALAMUTAS.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI secara serentak, Sabtu (25/4/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Klojen ini menjadi momentum konsolidasi partai sekaligus pemilihan pengurus anak cabang (PAC) di lima kecamatan se-Kota Malang.
Agenda yang digelar pukul 18.00 hingga 22.00 WIB tersebut tidak hanya berfokus pada restrukturisasi organisasi di tingkat kecamatan, tetapi juga memperkuat soliditas kader dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ketua DPC PDIP Kota Malang sekaligus Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian penting dari proses konsolidasi partai dari tingkat pusat hingga akar rumput.
“PDI Perjuangan lahir dari perjuangan panjang dengan semangat keberpihakan kepada rakyat kecil yang harus terus dijaga dan tidak boleh pudar. Hal itu kita wujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembuka.
Ia menambahkan, kepemimpinan dalam partai bukan sekadar pergantian kekuasaan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap masa depan generasi berikutnya. Oleh karena itu, kader PDIP dituntut mampu merangkul seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan cita-cita proklamasi dan kesejahteraan bangsa.
Melalui pembentukan kepengurusan PAC yang baru, pihaknya menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif. PDIP Kota Malang membidik minimal 12 kursi DPRD Kota Malang, serta turut menyumbang empat kursi DPRD Provinsi Jawa Timur dan tiga kursi DPR RI dari wilayah Malang Raya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan DPD PDIP Jawa Timur, I Made Rian Diana Kartika, menyampaikan bahwa Musancab VI digelar serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 14 wilayah merupakan basis kuat PDIP.
Ia juga menyoroti aturan baru internal partai yang melarang adanya hubungan keluarga antara pengurus PAC dan DPC. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk mendorong profesionalisme serta menghindari praktik nepotisme di tubuh partai.
“Target DPD dan DPP untuk Kota Malang adalah 15 kursi DPRD. Minimal kita pertahankan 12 kursi seperti periode sebelumnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut PDIP kini semakin terbuka bagi generasi muda. Hal ini terlihat dari komposisi kepengurusan baru yang didominasi wajah-wajah milenial hasil rekrutmen terbuka kader muda.
Pandangan senada disampaikan anggota DPR RI, Andreas Edi Susetyo. Menurutnya, target perolehan kursi yang dicanangkan masih sangat realistis, tergantung pada dinamika regulasi pemilu yang tengah dibahas di parlemen.
Ia menjelaskan, perubahan aturan terkait ambang batas parlemen (electoral threshold) berpotensi memengaruhi jumlah partai politik peserta Pemilu 2029. Jika jumlah partai berkurang dibanding Pemilu 2024, peluang PDIP untuk meningkatkan perolehan kursi dinilai semakin terbuka.
Musancab VI ini turut menetapkan kepengurusan PAC baru di lima kecamatan di Kota Malang. Menariknya, hampir 80 persen posisi strategis diisi oleh kader baru, mencerminkan regenerasi dan semangat pembaruan di tubuh PDIP.
Dengan hasil tersebut, PDIP Kota Malang optimistis mampu memperkuat basis politik sekaligus mencapai target maksimal dalam Pemilu legislatif mendatang. (Kim)
![]()







