KALIBATA (JAKARTA SELATAN), NGALAMUTAS.COM – Kawasan Kali bata yang biasanya ramai mendadak berubah menjadi zona mencekam pada Kamis (11/12) siang hingga malam.
Kerusuhan yang dipicu oleh pengeroyokan dua orang penagih utang meninggalkan jejak kehancuran dan duka mendalam, dengan dua nyawa melayang, sembilan kios, dan delapan kendaraan terbakar.
Kejadian dimulai sekitar pukul 15.30 WIB ketika dua orang pria yang diduga sebagai debt collector atau “mata elang” (matel) mencoba menagih utang sepeda motor kepada seorang pemilik kendaraan yang kreditnya bermasalah. “Kami menangani perkara berawal dari mata elang yang mau menagih kendaraan sepeda motor yang belum bayar kredit,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan pada Jumat (12/12).
Upaya penagihan berakhir tragis ketika kedua penagih, yang diidentifikasi berinisial MET dan NAT, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh massa.
Satu korban tewas seketika di lokasi, sementara yang lain menghembuskan napas terakhir di RS Bhudi Asih malam hari itu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto juga mengonfirmasi kematian kedua korban.
Kerusuhan melibatkan sekitar 80 hingga 100 orang yang datang berkelompok, membuat aparat yang berjaga di awal sempat kewalahan.

Massa yang kalap melampiaskan amarah dengan membakar apa saja di sekitar lokasi. Menurut Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal, total objek terbakar adalah sembilan kios, enam kendaraan roda dua, dan satu kendaraan roda empat, dengan dugaan penyebab pembakaran menggunakan bensin.
Kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp273 juta, dengan total area terbakar mencapai 195 meter persegi. Saat ini, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan sedang memburu puluhan pelaku yang terlibat, meskipun mengakui masih membutuhkan waktu untuk identifikasi dan penangkapan.
Pihak kepolisian juga mengantisipasi potensi aksi balas dendam dari kelompok korban.
Aparat gabungan TNI dan Polri, termasuk Brimob, disiagakan di lokasi kejadian hingga Jumat pagi untuk menjaga ketertiban dan melindungi warga.
(Red)
![]()














