Korban DRP (11) Bukan Santri Ponpes, Melainkan Siswa SD Milik Yayasan yang Sama

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOGIRI, NGALAMUTAS.COM – Kabar meninggalnya seorang anak berinisial DRP (11) di lingkungan kawasan pondok pesantren di Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat. Namun, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri memastikan bahwa korban bukanlah santri pondok pesantren tersebut, melainkan siswa sekolah dasar yang berada di bawah naungan yayasan yang sama.

Kepala Kantor Kemenag Wonogiri, Hariyadi, menegaskan hal tersebut berdasarkan hasil pengecekan internal yang dilakukan. “Setelah kita cek, itu bukan santri. Itu siswa SD milik yayasan. Kebetulan yayasannya punya ponpes dan punya SD,” jelasnya pada hari Rabu (18/2/2026).

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang telah beredar di masyarakat terkait status korban.

Yayasan yang dimaksud adalah Yayasan Nurul Falah. Korban diketahui bersekolah di SD Nurul Falah yang berada di bawah pengelolaan yayasan tersebut. Selain mengelola sekolah dasar, yayasan juga memiliki pondok pesantren di wilayah yang sama.

Menurut Hariyadi, klarifikasi yang diberikan juga sesuai dengan keterangan dari pihak pondok pesantren. “Kita cek seperti itu sesuai dengan pengakuan ponpesnya. Meski demikian, hari ini kami terjunkan tim juga untuk ke lokasi,” ujarnya.

Hingga sore hari Rabu (18/2/2026), TribunSolo.com masih berupaya mengonfirmasi langsung kepada Ketua Yayasan Nurul Falah. Namun sampai pukul 19.00 WIB, belum ada tanggapan yang diterima.

Sebelumnya, korban dilaporkan meninggal dunia pada hari Sabtu (14/2/2026) dan jenazahnya dimakamkan pada malam harinya atas kesepakatan keluarga. Pada pagi hari Minggu (15/2/2026), ayah korban yang baru tiba dari luar daerah mendapatkan informasi mengenai kondisi jenazah anaknya sebelum pemakaman.

Keluarga menyampaikan bahwa jenazah sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, serta ditemukan bercak darah pada peti jenazah. Karena menganggap ada kejanggalan, pihak keluarga melapor ke kepolisian agar penyebab kematian dapat diusut tuntas.

Polres Wonogiri bersama Polsek Bulukerto kemudian melakukan ekshumasi di Makam Prayan, Dusun Ngelo, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, pada hari Selasa (17/2/2026) untuk keperluan otopsi.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru