KUKAR, NGALAMUTAS.COM — Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) telah membuka lembaran baru bagi perekonomian pedesaan, menyematkan harapan segar di tengah masyarakat. Sebagai lembaga yang lahir dari aspirasi rakyat dan digerakkan untuk kesejahteraan rakyat, koperasi ini diamanatkan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang berlandaskan semangat gotong royong, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Namun dalam perjalanannya menuju kematangan, sejumlah pengurus menilai masih terdapat tantangan yang perlu disikapi dengan bijak. Mereka mengingatkan agar pertumbuhan lembaga ini tidak lepas dari jati dirinya, serta tidak bertransformasi sekadar menjadi korporasi biasa yang melupakan ruh utama keberadaan koperasi.
Hal ini disampaikan oleh Ketua KDMP Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Warsidi, saat peresmian operasional koperasi pada 16 Mei 2026 lalu. Baginya, koperasi desa sejatinya adalah jangkar yang menjaga kestabilan ekonomi warga secara bersama-sama.
Ia pun menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan ruang dan kewenangan yang lebih luas, sehingga koperasi dapat berperan aktif sebagai penyedia kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami berharap kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kementerian Koperasi agar koperasi diberi kepercayaan untuk menjadi penyedia akses sembako, penyalur gas elpiji 3 kilogram, serta sektor strategis lainnya. Dengan begitu, kami dapat turut menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujar Warsidi.
Ia meyakini, apabila koperasi diberi arah dan ruang usaha yang jelas, maka lembaga ini akan mampu menciptakan lapangan kesempatan ekonomi baru yang nyata di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan yang sama, tersiar kabar bahwa Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah merencanakan penyaluran bantuan permodalan bersuku ringan melalui KDMP. Program ini akan disalurkan melalui skema Mekar Supermikro milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang ditujukan khusus bagi pelaku usaha mikro di pedesaan.
Rencana ini disambut antusias oleh para pelaku usaha lokal. Salah satunya adalah Febry, pelaku usaha mikro di Desa Loa Lepu, yang menyatakan keyakinannya bahwa akses pembiayaan tersebut akan menjadi dorongan besar untuk mengembangkan usahanya dan perekonomian desa secara umum.
Sementara itu, Ketua KDMP Desa Panoragan, Kecamatan Loa Kulu, Sunarko, menyampaikan sejumlah catatan mendalam sekaligus aspirasi konstruktif kepada pemerintah pusat guna kesempurnaan program ini.
Ia menyoroti rencana pendampingan pengelolaan awal oleh PT Agrinas selama dua tahun ke depan. Menurutnya, pendampingan tersebut harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai koperasi, dan tidak semata menggunakan pendekatan manajemen korporasi yang kaku.
“Pelaksanaannya jangan sampai mengesampingkan peran pengurus dan pengawas koperasi, serta tetap menjaga keterlibatan aktif pemerintah desa dan kelurahan,” tegasnya.
Sunarko juga menekankan agar mekanisme perekrutan manajer koperasi tetap mengikuti ketentuan undang-undang, yaitu ditunjuk dan dipilih oleh pengurus koperasi sendiri, bukan ditetapkan langsung oleh negara.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kendala yang sering dihadapi, di mana tumpang tindihnya berbagai peraturan membuat langkah koperasi terasa terhambat. Oleh karena itu, ia mendesak adanya kebijakan yang memberikan akses usaha strategis, seperti menjadi penyalur pupuk bersubsidi, gas elpiji, sembako, hingga BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Tak kalah penting, para pengurus juga memohon kepastian terkait kemudahan permodalan serta kesejahteraan bagi pengurus koperasi.
“Kami selaku pengurus pun membutuhkan kepastian penghidupan yang layak. Jangan sampai penghidupan kami hanya menggantungkan pada Sisa Hasil Usaha, yang jumlahnya pun belum tentu ada setiap saat,” ungkapnya dengan harapan.
Meskipun menyampaikan catatan, Sunarko menegaskan dukungan penuh terhadap program pemerintah, termasuk inisiatif Kampung Nelayan Merah Putih. Namun ia berharap agar komunikasi dan akses informasi dibuka seluas-luasnya, serta keberpihakan nyata diberikan melalui kemitraan yang saling menguatkan.
“Besar harapan kami agar Bapak Presiden Prabowo iskan mendengarkan aspirasi ini, demi memastikan KDMP dan KKMP benar-benar menjadi penyangga kesejahteraan ekonomi rakyat desa,” pungkasnya.
LS & Team ( Ngalamutas.com )
![]()







