GRESIK, NGALAMUTAS.COM – Kasus pembacokan yang menimpa Antonius alias Copet (30) di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Rabu (8/4/2026), kini mulai terungkap. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku yang ternyata bukan orang asing, melainkan teman dekat korban sendiri.
Pelaku yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut diketahui berinisial SH (35). Hubungan keduanya ternyata terjalin erat sejak mereka sama-sama mendekam di balik jeruji besi.
Satu Sel, Satu Kasus Narkoba
Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, membenarkan bahwa benih kedekatan keduanya bermula di dalam penjara. Mereka bukan sekadar kenalan biasa, melainkan teman seperjuangan yang pernah terlibat dalam kasus yang sama.
“Mereka saling mengenal dan akrab sejak sama-sama berstatus sebagai narapidana. Keduanya pernah terlibat kasus peredaran gelap narkoba,” ungkap Arif kepada awak media, Selasa (14/4/2026).
Setelah sama-sama bebas dan kembali ke masyarakat, komunikasi di antara keduanya tetap terjalin baik. Namun, hubungan yang dulunya erat itu justru berubah menjadi permusuhan karena masalah yang dianggap sepele namun berujung darah.
Janjian Bertemu, Berakhir Tragis
Berdasarkan hasil penyelidikan, pertemuan yang berujung naas itu ternyata sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya. Bahkan, korban sendirilah yang memberikan titik lokasi pertemuan kepada pelaku.
“Tiga hari sebelum kejadian, mereka sudah membuat janji bertemu. Korban bahkan sempat mengirimkan lokasi untuk dijadikan tempat temu,” bebernya.
Sayangnya, niat pertemuan itu bukan untuk mempererat silaturahmi, melainkan untuk menyelesaikan persoalan yang memanas. Perselisihan masalah ekonomi, khususnya terkait utang piutang, disebut menjadi pemicu utama emosi yang meledak.
“Permasalahan utang piutang inilah yang diduga menjadi pemicu utama konflik hingga berujung pada aksi pembacokan di tengah jalan,” tambahnya.
Pelaku Masih Diburu, Korban Dirawat
Hingga saat ini, tim Reskrim Polsek Menganti masih terus melakukan pengejaran intensif terhadap SH yang melarikan diri usai melakukan aksinya. Sementara itu, korban Antonius saat ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius yang dialaminya.
“Kami terus memburu pelaku untuk diadili. Kami juga menunggu kondisi korban membaik agar bisa memberikan keterangan lebih lanjut demi penyelidikan yang tuntas,” tandas Arif.
Insiden yang sempat menggegerkan warga Desa Hulaan ini menjadi bukti betapa bahayanya menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan senjata tajam.
LS – Ngalamutas.com
![]()







