Kisah Pilu Khoiriyah di Pekan Islami PT ACA: Berjuang Sendiri Rawat Balita Usai Suami Berpulang.

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisaris Utama PT.ACA Iwan Kurniawan berinteraksi dengan salah satu anak yatim di pendopo Kecamatan Lawang, Rabu (11/03/2026). (Foto : Kim)

i

Komisaris Utama PT.ACA Iwan Kurniawan berinteraksi dengan salah satu anak yatim di pendopo Kecamatan Lawang, Rabu (11/03/2026). (Foto : Kim)

KABUPATEN MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Di tengah riuh rendah tawa ribuan anak yatim yang memadati Pendopo Pujisari Kecamatan Singosari, Rabu (11/03/2026), terselip sebuah kisah perjuangan seorang ibu yang menggugah hati. Ia adalah Khoiriyah, warga Desa Sanan Watugede, Singosari.

​Hadir bersama putra bungsunya yang masih berusia 13 bulan, Haikal Nathan Yanuarta, Khoiriyah tampak tegar meski beban di pundaknya tak ringan. Ini adalah kali pertama ia mengikuti santunan Pekan Islami PT Anugerah Citra Abadi (ACA) ke-XIX.

​Nasib malang menimpa keluarga Khoiriyah tak lama setelah mereka mulai membangun rumah impian. Sang suami, yang sehari-harinya bekerja sebagai montir servis mobil panggilan, berpulang ke Rahmatullah sebelum sempat menikmati rumah hasil jerih payahnya tersebut.

​”Rumah baru dibangun, tapi suami sudah meninggal dunia. Sekarang saya tinggal bertiga saja dengan anak-anak,” ungkap Khoiriyah dengan suara bergetar.

​Dahulu, ekonomi keluarga ditopang oleh keahlian sang suami di bengkel dan usaha sampingan Khoiriyah berjualan cilok. Namun, sejak kepergian sang suami, kepastian ekonomi itu seolah ikut terkubur.

Komisaris Utama PT.ACA Iwan Kurniawan memberikan hadiah utama mobil listrik mainan kepada salah satu anak yatim di Pendopo Kecamatan Lawang. (Foto : Kim)

​Saat ini, Khoiriyah berada dalam posisi yang sulit. Ia sangat ingin bekerja untuk menyambung hidup, namun si bungsu Haikal masih sangat bergantung pada ASI eksklusif dan menolak susu formula (sufor).

​”Saya tidak bekerja karena anak masih kecil, masih ASI dan tidak mau sufor. Mau kerja di luar tapi tidak ada yang menjaga anak di rumah,” tuturnya lirih.

​Satu-satunya harapan yang ia gantungkan adalah bisa kembali membuka usaha berjualan cilok di rumah. Dengan begitu, ia bisa tetap mengawasi buah hatinya sambil mencari nafkah. Namun, kendala modal dan peralatan dagang menjadi tembok besar yang menghalanginya.

Khoiriyah bersama putra bungsunya Haikal Nathan Yanuarta berusia 13 bulan, saat menghadiri Pekan Islami PT.Anugerah Citra Abadi (ACA) Ke-XIX di Pendopo Pujisari Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (11/03/2026). (Foto : Kim)


​Kehadiran Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan, dan Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, M.M., dalam acara santunan tersebut memberikan secercah harapan bagi Khoiriyah. Melihat kepedulian PT ACA yang konsisten selama 19 tahun, ia berharap doa-doa orang kecil sepertinya bisa mengetuk pintu langit.

​”Harapan saya, semoga PT ACA semakin jaya dan terus berkembang. Supaya bisa terus membantu orang-orang yang membutuhkan seperti saya ini,” pungkasnya.

Bupati Malang, Sanusi bersama Komisaris Utama PT.Anugerah Citra Abadi (ACA) berjoget bersama wali yatim. (Foto : Kim)

​Kisah Khoiriyah adalah satu dari ribuan potret perjuangan ibu tunggal yang hadir di Pekan Islami PT ACA. Melalui kegiatan ini, PT ACA membuktikan bahwa santunan bukan sekadar memberi uang, tapi juga memberi ruang bagi mereka yang terpinggirkan untuk didengar ceritanya.

Dikesempatan kali ini, PT.Anugerah Citra Abadi (ACA) menyantuni 679 anak yatim di Penpopo Pujisari Singosari dan Pendopo Kecamatan Lawang dengan 462 anak yatim.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru