Ketua DPD PITI Malang Raya: Ketupat Mengajarkan Ruang Dialog dan Toleransi.

- Redaksi

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Perayaan Idul Fitri Ketupat tidak hanya menjadi tradisi budaya masyarakat Nusantara, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang dalam terkait nilai kebersamaan, pengakuan kesalahan, dan rekonsiliasi sosial. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya, Leo A Permana, S.H., M.Hum., dalam keterangannya kepada media, Jumat (27/03/2026).

Leo menuturkan bahwa ketupat sebagai simbol utama dalam tradisi Lebaran Ketupat memiliki filosofi yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. “Ketupat berasal dari istilah ‘ngaku lepat’ yang berarti mengakui kesalahan. Ini adalah refleksi penting bagi setiap individu untuk kembali ke fitrah, saling memaafkan, serta memperbaiki hubungan sosial,” ujarnya Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Jatim ini.

Menurutnya, nilai tersebut selaras dengan semangat yang diusung oleh PITI sebagai organisasi yang mewadahi Muslim Tionghoa di Indonesia. PITI, kata Leo, tidak hanya berperan dalam aspek keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan harmoni antarbudaya dan antarumat beragama.

“Sebagai organisasi yang mengedepankan keberagaman dalam bingkai keislaman, PITI memandang ketupat sebagai simbol persatuan. Anyaman ketupat menggambarkan kompleksitas masyarakat Indonesia yang beragam, namun tetap terikat kuat dalam satu kesatuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Leo mengaitkan filosofi tersebut dengan dinamika bangsa yang tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari polarisasi sosial hingga disrupsi informasi di era digital. Ia menilai, momentum Lebaran Ketupat seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan.

“Dalam situasi saat ini, bangsa kita membutuhkan lebih banyak ruang dialog, saling pengertian, dan semangat gotong royong. Ketupat mengajarkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dirajut menjadi kekuatan bersama,” tegasnya.

Leo juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial. Menurutnya, narasi persatuan harus terus digaungkan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.

“PITI Malang Raya berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi, dengan mengedepankan dakwah yang inklusif, moderat, dan penuh toleransi. Ini sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Fitri dan tradisi ketupat,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Leo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri Ketupat sebagai momentum memperkuat solidaritas nasional.

“Mari kita jadikan ketupat bukan sekadar hidangan, tetapi simbol kesadaran kolektif untuk memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, dan menjaga keutuhan bangsa,” pungkasnya.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari
Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.
Target Besar DPD PAN Kabupaten Malang Memecah Kebuntuan Kursi DPRD Melalui Sosok Visioner Abah Makhrus.
Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara
Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol
Cetak Auditor Tangguh, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tuntaskan Pelatihan Sispamobvitnas
Kapolres Kediri Terima Audiensi PJDBI, Bahas Penguatan Diklat dan Edukasi Kebangsaan
Polres Blora Amankan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Ilegal dari Tuban

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:52 WIB

Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari

Selasa, 21 April 2026 - 12:28 WIB

Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.

Selasa, 21 April 2026 - 12:21 WIB

Target Besar DPD PAN Kabupaten Malang Memecah Kebuntuan Kursi DPRD Melalui Sosok Visioner Abah Makhrus.

Selasa, 21 April 2026 - 05:52 WIB

Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara

Selasa, 21 April 2026 - 05:51 WIB

Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Kapolres Kediri Terima Audiensi PJDBI, Bahas Penguatan Diklat dan Edukasi Kebangsaan

Senin, 20 April 2026 - 13:04 WIB

Polres Blora Amankan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Ilegal dari Tuban

Senin, 20 April 2026 - 09:37 WIB

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan DPO Curanmor di Kalimas, Sempat Kabur Usai Viral

Berita Terbaru