BANGKALAN(MADURA), NGALAMUTAS.COM – Kisah yang menyayat hati terjadi di Bangkalan, Madura, ketika Hotima (39), seorang ibu dari tiga anak, tewas dibunuh secara keji oleh kekasih gelapnya, Sony Safaat (25). Motif yang mendasari pembunuhan ini terkuak sebagai akibat dari kehamilan Hotima yang dihasilkan dari hubungan terlarang keduanya yang telah berlangsung selama dua tahun. Sony, yang bekerja sebagai penjual martabak, menolak untuk bertanggung jawab dan menikahi korban.
Menurut laporan yang diperoleh, peristiwa berawal dari pertemuan di kebun depan rumah Hotima, di mana terjadi cekcok setelah Hotima menuntut pertanggungjawaban atas kehamilannya. Sony, yang merasa tidak mampu secara finansial untuk menafkahi anak-anak Hotima dan calon bayi yang akan lahir, mengalami kecemasan yang berujung pada kepanikan. Dalam keadaan tersebut, ia mengambil tindakan brutal dengan menusukkan pisau ke perut dan menggorok leher Hotima hingga korban tewas, meninggalkan jasadnya terkapar di lahan terbuka.
Kasus ini terungkap ketika ibu dan anak perempuan Hotima menemukan jasadnya pada pagi hari. Awalnya, Sony berpura-pura tidak mengetahui apa-apa dan bahkan menghadiri pemakaman korban untuk menghindari kecurigaan dari lingkungan sekitar. Namun, upaya penyembunyiannya tidak berlangsung lama. Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil mengungkap hubungan terlarang mereka melalui riwayat komunikasi di ponsel Hotima. Akhirnya, Sony ditangkap dua hari setelah kejadian dan mengakui perbuatannya. Saat ini, pelaku terancam dengan hukuman penjara seumur hidup sesuai dengan ketentuan hukum.
Kasus ini menjadi sorotan masyarakat karena menunjukkan konsekuensi yang pahit dari hubungan yang tidak teratur serta kurangnya rasa tanggung jawab individu. Selain itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya menangani masalah hubungan dan kehamilan dengan cara yang bijak, serta mencari bantuan dari pihak yang berwenang atau lembaga sosial ketika menghadapi kesulitan.
Ngalamutas.com
![]()














