KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya genap berusia satu tahun. Dalam perjalanannya selama setahun, organisasi yang menaungi pengusaha media digital telah menegaskan peran strategisnya tidak hanya sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Aries Setyawan, S.E., saat menghadiri peringatan hari jadi kepengurusan organisasi tersebut yang digelar di Warung Tani, Mulyoagung, Dau, Kabupaten Malang, Selasa (12/5).
Momentum perayaan satu tahun ini sekaligus menjadi ajang peluncuran buku berjudul “Bukan Sekadar Berita: Jalan Terjal dan Siasat Bisnis Pengusaha Media Siber Malang Raya”. Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi para anggota SMSI, yang merekam dinamika, tantangan, serta strategi bertahan dan berkembangnya industri pers digital di wilayah Malang Raya.
Dalam sambutannya, Aries Setyawan menilai keberadaan media siber saat ini memiliki tanggung jawab ganda: menjaga akurasi dan kualitas informasi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagai perwakilan pemerintah daerah, ia memberikan apresiasi atas arah pengembangan organisasi tersebut.
“Selama satu tahun perjalanan, SMSI Malang Raya sudah membuktikan tidak sekadar menyajikan informasi, melainkan hadir sebagai mitra strategis pembangunan bagi pemerintah daerah. Kami percaya bahwa konten jurnalistik yang berkualitas harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata. Melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, kami berharap setiap berita yang diterbitkan sekaligus menjadi sarana promosi yang mengangkat daya saing produk lokal Malang Raya,” ungkap Aries.
Visi besar tersebut tercermin dalam slogan yang diusung dalam perayaan kali ini, yaitu “Makmur Karyanya, Mbois Gaungnya, Sae Beritanya”. Filosofi ini bermakna bahwa karya jurnalistik tidak hanya harus memiliki nilai berita yang baik dan jangkauan luas, tetapi juga mampu menyejahterakan pelaku usaha pers serta memberi manfaat seluas-luasnya bagi pembaca dan masyarakat.
“Kalimat semboyan ini, kami menilai bukan sekadar hiasan, melainkan komitmen agar keberadaan media siber di wilayah ini dapat membawa kesejahteraan bagi pelakunya dan manfaat bagi masyarakat luas. Peluncuran buku ini juga menjadi dokumentasi berharga atas perjalanan dan pemikiran para pengelola media dalam menghadapi tantangan industri pers di era digital,” tambah Aries Setyawan.
Sepanjang tahun pertama beroperasi, SMSI Malang Raya telah aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan sektor riil. Mulai dari mengangkat kisah sukses pelaku usaha lokal, kolaborasi promosi bersama, hingga mendukung penyebarluasan informasi terkait program pembangunan ekonomi pemerintah daerah.
Setahun lalu saat pelantikan di Kota Batu, SMSI Malang Raya mampu menghadirkan tamu undangan seperti tokoh Masyarakat sekaligus Penggiat Komunitas Malang Raya, King Abdi. Oleh karenanya, saat itu Pemkot Batu benar-benar mengapresiasi langkah inovasi yang diambil SMSI. Menurutnya, konsep memosisikan media sebagai penggerak ekonomi merupakan terobosan yang sangat tepat untuk kemajuan daerah.

“Langkah SMSI Malang Raya menjadikan media sebagai penggerak ekonomi adalah terobosan yang sangat tepat. Media tidak lagi diposisikan sebagai pihak ketiga, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan daerah. Sinergi ini akan semakin menguatkan posisi UMKM lokal agar dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat regional namun juga nasional,” ujar Kadis Kominfo Kota Batu.
Acara peringatan ini, disertai testimoni harapan tamu undangan yang hadir kepada kepengurusan SMSI Malang Raya. Demi semakin mempererat kerja sama, terus berinovasi, dan konsisten menjalankan peran sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Malang Raya. (Kim)
![]()







