Gus Thoriq: Santri dan Pemuda Harus Menjaga Nilai Sejarah dan Kebudayaan.

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan momentum refleksi Hari Santri, DPC GMNI Kabupaten Malang menggelar Seminar Kebangsaan dengan tema “Merawat Spirit Santri dan Semangat Pemuda: Meneguhkan Persatuan untuk Indonesia Berdaulat” di Aula Kediaman Drs. Peni Suparto, M.A.P., Jatirejoyoso, Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi generasi muda dan kaum santri untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

Hadir sebagai narasumber utama, KH. Thoriq bin Ziyad, S.Pd.I., Inisiator Hari Santri Nasional, Presiden Direktur Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI) Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., dan Mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto, M.A.P.

Dikesempatan ini, KH. Thoriq bin Ziyad memaparkan tentang sejarah penyebaran Islam di Nusantara yang berlangsung secara damai dan berperadaban.

Ia juga menjelaskan bahwa kerajaan Demak Bintoro menjadi tonggak awal sistem Islam yang dipilih dan diterima masyarakat Jawa.

Kemudian disinggung sosok Sunan Giri yang memiliki peran besar dalam pendidikan Islam di masa awal Nusantara.

“Kerajaan Demak Bintoro menjadi tonggak awal sistem Islam yang dipilih dan diterima masyarakat Jawa. Dari sinilah muncul perwalian, seperti Wali Songo, yang menyebarkan Islam bukan lewat peperangan, tapi lewat proses sosial yang penuh kebijaksanaan,” tutur Gus Thoriq sapaan akrabnya.

Gus Thoriq menekankan pentingnya nilai sejarah dan kebudayaan dalam membangun bangsa. Ia menuturkan kisah bagaimana Bung Karno menunjukkan kecerdasan diplomasi spiritualnya dengan menolak undangan ke Rusia hingga ditemukan makam Imam Bukhari di Uzbekistan.

“Bung Karno menunjukkan betapa pentingnya warisan spiritual Islam bagi bangsa Indonesia. Ia tidak hanya berpikir politik, tapi juga menjaga hubungan dengan dunia Islam lewat nilai sejarah dan kebudayaan,” jelasnya.

Ditekankan bahwa santri dan pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga moral, kebudayaan, dan kedaulatan bangsa.

Selain itu, Ia mengajak seluruh generasi muda untuk meneladani nilai perjuangan para ulama dan leluhur, serta tetap berpegang pada prinsip keislaman dan kebangsaan di tengah gempuran budaya global.

“Santri dan pemuda hari ini harus sadar bahwa perjuangan belum selesai. Penjajahan bukan lagi lewat senjata, tapi lewat pikiran, budaya, dan teknologi. Maka kita harus menyiapkan diri dengan ilmu, iman, dan semangat kebangsaan,” pungkas Gus Thoriq. (Kim).

Berita Terkait

Ada Apa dengan “Malang Satu Meja”? Para Ketua Parpol Kota Malang Mulai Buka Komunikasi
Munas IKA Unmer Malang, 304 Suara dan Tujuh Kandidat Siap Tentukan Arah Organisasi
Djoko Prihatin Raih 9.9 Awarding Ketik.com, Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Penggerak Demokrasi Inklusif
Bintaljarahdam V/Brawijaya Gelar Karya Bhakti Satnonkowil TA 2026 di Wonokoyo
DNewsaintcrew SMA Kolese Santo Yusup Malang Cetak Hat-Trick, Tiga Kali Beruntun Juara AQUA DBL Dance
Bedhaya Ketawang Kembali Tampil di Jumenengan PB XIV, PAKASA Malang Raya Sampaikan Nderek Mangayubagya
Tembus Penyisihan, Sri Mulyana Buktikan Perempuan Bisa Bermain Orado
Bukan Sekadar Hiburan, Wali Kota, DPRD dan Gus Toha Dukung ORADO Kota Malang Naik Kelas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 09:44 WIB

Ada Apa dengan “Malang Satu Meja”? Para Ketua Parpol Kota Malang Mulai Buka Komunikasi

Kamis, 10 September 2026 - 18:13 WIB

Munas IKA Unmer Malang, 304 Suara dan Tujuh Kandidat Siap Tentukan Arah Organisasi

Kamis, 10 September 2026 - 03:23 WIB

Djoko Prihatin Raih 9.9 Awarding Ketik.com, Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Penggerak Demokrasi Inklusif

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

Bintaljarahdam V/Brawijaya Gelar Karya Bhakti Satnonkowil TA 2026 di Wonokoyo

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Bedhaya Ketawang Kembali Tampil di Jumenengan PB XIV, PAKASA Malang Raya Sampaikan Nderek Mangayubagya

Kamis, 3 September 2026 - 02:14 WIB

Tembus Penyisihan, Sri Mulyana Buktikan Perempuan Bisa Bermain Orado

Kamis, 3 September 2026 - 00:43 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Wali Kota, DPRD dan Gus Toha Dukung ORADO Kota Malang Naik Kelas

Rabu, 2 September 2026 - 02:28 WIB

Perkuat Pembekalan Atlet dan Wasit, ORADO Kota Malang Gelar Gathering dan Mini Turnamen #2

Berita Terbaru