SURABAYA (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Ratusan orang yang tergabung dalam Madura Asli (Madas) Sedarah menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Timur (Mapolda Jatim), Jumat (5/11). Tujuan utama aksi ini adalah mendesak Kapolda Jatim untuk segera mencopot Kapolres Tuban dan Kasat Reskrim Tuban terkait kasus dugaan salah tangkap dan penganiayaan berat terhadap Mohamad Rifai, warga Lamongan.
Menurut informasi yang disampaikan massa, Rifai ditangkap tanpa dasar hukum yang jelas oleh oknum anggota polisi. Setelah ditangkap, ia dianiaya hingga kondisi fisiknya menjadi kritis. Bahkan, saat berada dalam tahanan, Rifai kembali memperoleh perlakuan kasar yang membuat kondisinya semakin memburuk.
Ketua Umum DPP Madas Sedarah, Taufik, menilai kasus ini sangat mencoreng citra penegakan hukum di Jawa Timur dan menunjukkan lemahnya pengawasan internal dalam tubuh kepolisian. Ia juga menyatakan bahwa laporan yang diajukan keluarga korban ke Polda Jatim belum menunjukkan perkembangan yang berarti. “Ketiadaan tindak lanjut kami anggap sebagai bentuk pembiaran,” tegas Taufik.
Sebelumnya, Madas Sedarah telah menyampaikan tuntutan secara resmi dan bahkan bertemu langsung dengan Kapolda Jatim untuk menegaskan perlunya proses hukum yang berjalan transparan serta pemulihan bagi korban. Selama aksi berlangsung, massa tetap menjaga ketertiban, sehingga arus lalu lintas di depan Mapolda Jatim tetap lancar.
(Humas/Red)
![]()














