MALANG, NGALAMUTAS.COM – Bupati Malang HM. Sanusi mengumumkan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Brawijaya (UB) akan segera membangun kampus baru di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (21/12/2025).
Menurut Sanusi, Pemkab Malang telah menghibahkan 30 hektare lahan yang semula berupa lahan tebu kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung kampus UB Kepanjen yang direncanakan menghabiskan dana sebesar Rp 115 miliar.
“Tahun ini rencananya mulai dibangun. Ada 30 hektare lahan milik Kabupaten Malang yang pindah ke Kemendiktisaintek RI,” ungkap pejabat yang berasal dari latar belakang petani dan pengusaha tebu itu.
Sanusi menjelaskan, pihaknya akan segera memperdalam komunikasi dengan UB untuk menempatkan mahasiswa strata satu (S1) di kampus baru tersebut. Diperkirakan sekitar 25 ribu mahasiswa akan studying di sana.
“Jika satu mahasiswa menghabiskan Rp 2 juta selama satu bulan, maka perputaran uang di sana bisa sekitar Rp 50 miliar per bulan,” bebernya.
Perputaran uang tersebut akan mencakup biaya tempat tinggal (kos atau kontrakan), makan dan minum sehari-hari, serta keperluan lainnya. Sanusi yakin keberadaan kampus akan mendorong tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ia memberikan contoh dari SMA Taruna Nusantara di Kecamatan Pagak, di mana sekitar lokasi sekolah mulai ramai aktivitas perekonomian dan memberikan motivasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.
“Di masa lalu, akses pendidikan tinggi di Malang selatan sangat sulit, yang berdampak pada kualitas pendidikan secara umum. Sekarang akses semakin banyak, sehingga anak-anak bisa melanjutkan studi setelah SMA,” kata Sanusi. Tujuannya, agar kualitas sumber daya manusia Kabupaten Malang meningkat dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Ngalamutas.com
![]()














