JAKARTA, NGALAMUTAS.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara kenaikan pangkat 47 Perwira Tinggi (Pati) Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Dr. Yade Setiawan Ujung yang resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atau jenderal bintang satu, berlaku efektif pada tanggal yang sama.
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan, kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, kinerja, serta pengabdian para perwira tinggi.
“Kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Johnny dalam keterangannya.
Brigjen Yade lahir di Jakarta, 16 Desember 1977, namun menghabiskan masa kecil dan remajanya di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 dan termasuk salah satu perwira termuda dari angkatannya yang mencapai pangkat bintang satu.
Selain pengalaman dinas yang luas, Yade dikenal sebagai sosok polisi intelektual. Ia meraih gelar S1 dari Universitas Surakarta, S2 Magister Ilmu Kepolisian dari Universitas Indonesia, dan S3 Doktor di bidang Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran. Ia juga mengikuti berbagai pelatihan internasional, seperti Supervisory Criminal Investigator Course di ILEA Bangkok dan program International Visitor Leadership Program di Amerika Serikat.
Karier Brigjen Yade tercatat sangat dinamis, mencakup berbagai bidang tugas mulai dari operasional lapangan, intelijen, hingga kebijakan publik. Berikut adalah tonggak pentingnya:
1. Awal Karier: Memulai pengabdian sebagai perwira pertama di Polresta Surakarta. Kariernya kemudian berkembang pesat saat bertugas di Polda Metro Jaya, mengisi berbagai posisi strategis di bidang reserse kriminal dan keamanan negara.
2. Masa Pengabdian di Malang (2016–2020): Fase ini menjadi salah satu yang paling menonjol. Sebagai Kapolres Malang, ia dikenal memimpin dengan pendekatan dialogis dan solutif. Di sana, ia meluncurkan berbagai inovasi seperti Program 77 Unggul Polres Malang, Aplikasi Malang E-Policing, dan pemasangan 1000 Eyes CCTV. Pengalamannya ini ia tuangkan dalam buku berjudul Bhayangkara di Bumi Arema yang memuat 77 strategi penerapan program Kapolri di tingkat polres.
3. Jabatan Strategis: Pasca menjabat di Malang, Yade mengemban tugas sebagai Wakapolrestabes Bandung, Kabagbinops Biroops Polda Sulawesi Tengah, hingga Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakapolri. Posisi ini menuntut kepercayaan tinggi dan kemampuan manajemen yang baik.
4. Pengalaman Intelijen & Internasional: Yade memiliki pengalaman luas di bidang intelijen. Ia pernah menjabat sebagai Kasubdit Cyber di Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2022–2025, serta Direktur Kerja Sama Internasional Baintelkam Polri. Pengalaman ini memperluas perspektifnya tentang tantangan keamanan global dan kerja sama lintas negara.
5. Posisi Saat Ini: Sebelum dan saat kenaikan pangkat, ia menjabat sebagai Asisten Deputi Bidang Koordinasi Kamtibmas di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, posisi yang melibatkan koordinasi kebijakan keamanan berskala nasional.
Selain jabatan struktural, prestasi yang diraihnya juga tercermin dari berbagai penghargaan, antara lain Bintang Tri Sakti Wiratama Emas dan dua Pin Emas Kapolri. Selama bertugas di Malang, institusi di bawah kepemimpinannya juga meraih berbagai penghargaan di bidang pelayanan publik dan keberhasilan penanganan kasus kriminal.
Dengan kombinasi pengalaman lapangan yang matang, latar belakang intelijen, serta keunggulan di bidang akademis, Brigjen Yade Setiawan Ujung dipandang sebagai sosok perwira masa depan yang siap mengemban tanggung jawab lebih besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
(KIM)
![]()







