PIDIE JAYA (ACEH), NGALAMUTAS.COM – Kabupaten Pidie Jaya kembali dilanda banjir susulan setelah meluapnya air Sungai Keude Meureude dan Ule Gule pada Rabu, 24 Desember 2025. Banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan selama hampir seharian penuh, membuat ratusan warga kembali menghadapi kesulitan hanya sebulan setelah terdampak bencana yang menyapu Aceh pada November lalu.
Menurut Ketua Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Avianto Amri, sejumlah daerah di Pidie Jaya masih terendam air hingga hari ini, Kamis, 25 Desember 2025. Laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PPO-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya yang dikirim Avianto menunjukkan bahwa luapan air sungai merendam beberapa desa di tiga kecamatan, yaitu Meureudu, Meurah Dua, dan Bandar Dua.
“Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih membutuhkan dukungan untuk kebutuhan tanggap darurat,” ujar Avianto saat dihubungi pada hari Kamis.
Di Kecamatan Meureudu, terdapat 12 desa yang terdampak banjir kedua setelah November lalu, antara lain Blang Awe, Manyang Cut, Manyang Lancok, Beurawang, Meunasah Lhok, Meunasah Pante Gelima, Meunasah Dayah Panuek, Mesjid Tuha, Kota Meureudu, Dayah Kleng, dan Meunasah Balek. Sedangkan di Meurah Dua, desa yang terendam antara lain Meunasah Bie, Meunasah Raya, Gp. Blang, Blang Cut, Dayah Husen, Dayah Kruet, Meunasah Mancang, Pante Beuren, Beringen, Lueng Mimba, Buangan, dan Tijin Daboh.
Di Bandar Dua, tercatat sembilan desa yang terkena dampak, yaitu Alue Ketapang, Babah Krueng, Drien Tujoh, Alue Sane, Pohroh, Blang Kuta, Jeulanga, Paya Pisang Klat, dan Alue Mee.
Menurut catatan BPBD Kabupaten Pidie Jaya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, jumlah korban terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan.
Cerita warga Pidie Jaya, Budi, menunjukkan bahwa kawasan telah diguyur hujan sejak Selasa malam, 23 Desember 2025. Meskipun debit air sungai masih normal pada saat itu, para warga tetap waspada. Pada sore hari Rabu, curah hujan makin tinggi sehingga warga di beberapa desa seperti Beurawang, Geunteung, dan Meunasah Lhok diminta melakukan evakuasi.
Pantauan Awak Media di jembatan Keude Meureude menunjukkan bahwa air sungai kembali naik sekitar pukul 15.20 WIB, membuat sejumlah warga berkumpul untuk melihat kondisi. Pada pukul 14.00 WIB, jalan di Desa Beurawang masih dapat dilalui karena genangan air nyaris tidak tampak, namun pada pukul 17.30 WIB, desa tersebut dibanjiri air dengan arus deras.
Hingga berita ini ditulis pada Kamis siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum memberikan respons terkait kondisi dan penanganan banjir di Pidie Jaya.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari juga belum menjawab pesan permintaan konfirmasi yang dikirim Awak Media.
Sumber : Tempo
Ngalamutas.com
![]()














