ASGAS RI Luncurkan Program Maha Karya Nusantara,  Mengembalikan Kesuburan Tanah Demi Kemandirian Pangan Nasional

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENEPONTO (SELAYAR), NGALAMUTAS.COM – SULAWESI SELATAN – Sebagai wujud dukungan nyata terhadap keberlanjutan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional, ASGAS RI secara resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Maha Karya Nusantara, pada Selasa (2 Juni 2026).

Melalui program strategis ini, ASGAS RI menegaskan komitmennya untuk terus membina, mendampingi, dan memberdayakan para petani di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu inovasi unggulan yang digalakkan adalah pemanfaatan Mikroba PA 63 Garuda. Komitmen tersebut dibuktikan langsung oleh jajaran pengurus ASGAS RI Wilayah Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Bapak Suleman dan Bapak Dimas, beserta seluruh anggota tim, yang turun ke lapangan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Fokus utama pendampingan ini berpusat di Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan wilayah sekitarnya. Di sana, tim ASGAS RI mengedukasi para petani mengenai cara efektif memulihkan kesuburan tanah dan sumber air yang telah lama mengalami penurunan kualitas akibat akumulasi zat kimia dari penggunaan pupuk serta obat-obatan pertanian secara berlebihan.

Mikroba PA 63 Garuda: Solusi Alamiah Pemulihan Kualitas Tanah

Pembina ASGAS RI, Ramlan Samsuri, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari gagasan besar Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara. Menurutnya, langkah ini dibangun di atas semangat gotong royong sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Bela Negara sesuai amanat undang-undang, sekaligus perwujudan rasa cinta tanah air dengan turut meringankan beban pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan.

“Perlu dipahami dengan jelas dan tepat, bahwa Mikroba PA 63 Garuda ini bukanlah pupuk, melainkan cairan pengurai alami sekaligus penutrisi unsur hara tanah dan air. Fungsinya utama adalah menetralkan kandungan bahan kimia berlebih yang telah merusak struktur tanah, sehingga unsur hara alami dapat kembali hidup dan seimbang. Apapun jenis tanaman yang ditanam di atas tanah yang telah pulih kesehatannya, pasti akan tumbuh subur dan memberikan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi bagi petani,” tegas Ramlan Samsuri.

Lebih jauh ia menegaskan bahwa Mikroba PA 63 Garuda merupakan sumbangsih murni untuk negara dan sama sekali tidak diperjualbelikan atau dikomersialkan. Inovasi ini dihadirkan sebagai wujud pengabdian tulus, dengan sistem swadaya dan gotong royong, guna membangkitkan semangat patriotisme serta berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan nasional maupun global.

“Kehadiran ASGAS RI adalah untuk bergandengan tangan dengan semua elemen bangsa, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga seluruh lapisan masyarakat. Mari kita bersatu padu menyukseskan agenda ketahanan pangan ini,” tambahnya.

Multifungsi Luar Biasa: Dari Lahan Pertanian Hingga Penanganan Limbah

Keunggulan dan keampuhan Mikroba PA 63 Garuda telah teruji nyata di berbagai penjuru Nusantara. Di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Desa Roka Kecamatan Belo dan Desa Kaboro Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, penerapan mikroba ini telah memberikan hasil yang sangat memuaskan saat panen raya padi dan jagung dilaksanakan.

Kemampuan penguraiannya yang luar biasa juga terbukti efektif di luar sektor pertanian. Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung, dan TPA Rawa Kucing, mikroba ini mampu mengurai gas metana serta menurunkan suhu panas yang menjadi pemicu kebakaran dalam hitungan jam. Tak hanya itu, limbah industri, limbah rumah tangga, hingga saluran got dan selokan yang berbau tidak sedap pun dapat dinetralkan dan diurai kebersihannya dengan cepat menggunakan cairan ini.

Harapan Besar Masyarakat Tani Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan, dampak positif program ini telah sangat terasa manfaatnya. Tim ASGAS RI telah mendampingi pengelolaan ribuan hektar lahan pertanian milik warga, yang digunakan untuk berbagai jenis komoditas mulai dari padi, jagung, lada, kacang hijau, hingga tanaman kakao. Serangkaian uji coba dan lahan percontohan yang dilakukan menunjukkan hasil pertumbuhan yang luar biasa dan menumbuhkan harapan baru yang besar bagi para petani setempat.

Salah satu perwakilan petani di Kabupaten Jeneponto mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran program ini.

“Bagi kami, Mikroba PA 63 Garuda adalah solusi nyata yang sangat dinantikan. Selama ini kami kerap mengalami kesulitan karena harga pupuk dan obat-obatan pertanian yang kian mahal, serta ketersediaannya yang sering kali langka. Berkat edukasi dan pendampingan langsung dari tim ASGAS RI, biaya produksi kami menjadi jauh lebih ringan, sementara hasil panen terasa lebih menjanjikan. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ramlan Samsuri yang telah mengutus tim untuk membantu kami,” ungkapnya dengan penuh harap.

Para petani di Jeneponto dan Kepulauan Selayar pun menyimpan harapan besar untuk keberlanjutan program ini demi kesejahteraan masyarakat tani Sulawesi Selatan. Bahkan, mereka menyampaikan undangan dan keinginan khusus agar dalam kurun waktu tiga tahun mendatang, saat masa panen raya tiba, Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian RI, serta Bapak Ramlan Samsuri berkenan hadir langsung untuk menyaksikan keberhasilan lahan pertanian mereka yang telah dibantu oleh Mikroba PA 63 Garuda.

Keberhasilan implementasi di Sulawesi Selatan dan daerah lainnya menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi sinergis, inovasi ramah lingkungan, dan semangat gotong royong adalah kunci utama mewujudkan Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaulat di bidang pangan.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba Semester I Tahun 2026, Selamatkan 2,79 Juta Jiwa dari Bahaya Narkotika
Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Seorang Pria Asal Semarang Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Hotel di Blora, Diduga Serangan Jantung
Forum Pemred SMSI Jatim Resmi Dikukuhkan, Komdigi Ingatkan Ancaman Disinformasi AI
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang
Sambut Hari Bhayangkara ke -80 Polres Situbondo Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani
Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke – 80
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Kediri Turu Dampingi Petani Jagung

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:44 WIB

Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba Semester I Tahun 2026, Selamatkan 2,79 Juta Jiwa dari Bahaya Narkotika

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:42 WIB

Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:39 WIB

Seorang Pria Asal Semarang Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Hotel di Blora, Diduga Serangan Jantung

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:29 WIB

Forum Pemred SMSI Jatim Resmi Dikukuhkan, Komdigi Ingatkan Ancaman Disinformasi AI

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:16 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:10 WIB

Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke – 80

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:06 WIB

Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Kediri Turu Dampingi Petani Jagung

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:14 WIB

Pelatihan PHT dan Pengendalian OPT Tembakau Digelar di Desa Temengeng Blora

Berita Terbaru