SUMEDANG, NGALAMUTAS.COM — Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Forum Membangun Desa (DPD FORMADES) Provinsi Jawa Barat tahun 2026 resmi menetapkan Aam Sofyan sebagai nahkoda baru organisasi tersebut. Sosok yang dikenal sebagai organisator ulung dan penggerak pembangunan masyarakat desa ini dipercaya memegang amanah besar untuk mengarungi perjuangan memajukan desa-desa se-Tanah Pasundan.
Berlangsung khidmat selama dua hari, tepatnya 15 hingga 16 Mei 2026, Musda ini bukan hanya menjadi ajang penentuan kepemimpinan baru, melainkan juga melahirkan sejumlah kebijakan strategis. Berbagai rumusan program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang disepakati bersama, menjadi arah dan semangat gerak langkah FORMADES dalam mewujudkan kesejahteraan desa ke depan.
Terpilihnya Aam Sofyan membawa angin segar dan harapan baru bagi penguatan gerakan pembangunan desa di Jawa Barat. Dengan rekam jejak panjang di dunia organisasi sosial, pembangunan infrastruktur, hingga dunia usaha, sosok ini dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk membangun persatuan serta menggerakkan potensi masyarakat desa secara lebih luas, terarah, dan progresif.
Berdomisili di kawasan Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Aam Sofyan dikenal luas sebagai figur yang aktif dan berdedikasi tinggi. Sejak tahun 2023, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Sijalak Harupat, sekaligus mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pembangunan Infrastruktur di Yayasan Pondok Pesantren Al-Misbah.
Di luar aktivitas sosialnya, ia juga memiliki pengalaman matang di sektor riil. Ia telah berkiprah di dunia konstruksi dan pertambangan sejak tahun 2004 hingga 2016. Pengalaman berharga tersebut menjadi bekal kuat dalam mengembangkan usahanya hingga kini sebagai General Contractor di PT. AMU.
Para peserta Musda menaruh harapan besar, menilai kepemimpinan Aam Sofyan akan membawa FORMADES menjadi organisasi yang lebih dinamis dan bermanfaat nyata. Diharapkan ke depannya organisasi ini semakin aktif mendorong percepatan pembangunan desa, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta membangkitkan semangat pemuda untuk membangun kampung halamannya sendiri.

“FORMADES membutuhkan sosok yang tidak hanya paham seluk-beluk organisasi, tetapi juga mengerti secara mendalam denyut kehidupan dan persoalan di desa. Kang Aam dinilai memiliki pengalaman, kepercayaan, dan jaringan yang luas untuk mewujudkannya,” ujar salah satu peserta Musda yang hadir.
Dalam pandangannya, desa harus diangkat sebagai pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemajuan desa tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan administratif semata, melainkan butuh gerakan bersama, semangat gotong royong, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Dengan perpaduan latar belakang organisasi yang kuat, pengalaman lapangan yang luas, serta kemampuan menjalin silaturahmi lintas golongan, kepemimpinan Aam Sofyan membawa optimisme tinggi. Semoga langkah ini menjadi awal baru yang gemilang bagi perjuangan memajukan desa-desa mandiri, sejahtera, dan bermartabat di seluruh Jawa Barat.
LS & Partner
![]()







