Proyek Saluran Irigasi di Desa Ngasinan Disorot, Papan Informasi dan K3 Dipertanyakan

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO-NGALAMUTAS.COM-Pembangunan saluran irigasi di Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan setelah ditemukan tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Selain persoalan transparansi kegiatan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja juga dipertanyakan. Temuan tersebut diketahui saat dilakukan pemantauan di lokasi pada 21 September 2026.

Papan informasi proyek pada pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah dinilai penting sebagai sarana keterbukaan informasi kepada masyarakat. Melalui papan tersebut, publik dapat mengetahui antara lain nama pekerjaan, sumber dan besaran anggaran, volume pekerjaan, pelaksana, serta waktu pelaksanaan.

Ketiadaan papan informasi membuat masyarakat kesulitan mengetahui secara pasti identitas pekerjaan dan sumber pembiayaannya. Kondisi tersebut juga berpotensi menyulitkan fungsi pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan saluran irigasi tersebut disebut sudah mendekati tahap penyelesaian. Namun, pada saat kegiatan berlangsung, tidak terlihat papan informasi proyek yang menjelaskan identitas pekerjaan.

Sejumlah pekerja juga disebut tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap. Sementara itu, mandor atau penanggung jawab pekerjaan tidak berada di lokasi ketika dilakukan konfirmasi.

Salah seorang pekerja yang mengaku sebagai tukang ketika ditanya mengenai nama proyek dan keberadaan mandor mengaku tidak mengetahui secara pasti informasi tersebut.

Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai siapa pelaksana pekerjaan, berapa nilai anggarannya, dari mana sumber dananya, serta kapan proyek tersebut harus diselesaikan.

“Semestinya pihak pelaksana memasang papan informasi pekerjaan sesuai ketentuan. Dengan begitu masyarakat tidak perlu bertanya-tanya ini proyek apa, berapa nilainya, kapan selesai dan siapa pelaksananya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga tersebut juga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proyek pembangunan saluran irigasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Ngasinan, Sukandar, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengenai pekerjaan tersebut belum memberikan tanggapan.

Persoalan transparansi proyek pemerintah menjadi penting karena masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan anggaran publik. Namun, terkait dugaan pelanggaran administrasi, sumber anggaran, maupun dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut, diperlukan klarifikasi dan pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

Dengan demikian, ketiadaan papan informasi dan perlengkapan K3 di lokasi belum dapat serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya penyimpangan atau tindak pidana. Pemeriksaan terhadap dokumen proyek, sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, serta prosedur pengadaan diperlukan untuk memastikan apakah kegiatan tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap pihak pemerintah desa, pelaksana pekerjaan, maupun instansi terkait dapat memberikan informasi dan klarifikasi secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pewarta : Fandi

Editor     : Kim

Loading

Berita Terkait

Piala Panglima TNI Diperebutkan, Open Tournament Domino ORADO 101 Digelar di Kodim 0833
Sam Tito: Kekerasan terhadap Anak Bukan Sekadar Persoalan Internal Sekolah
Ayah Tedja Soroti Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, JKJT Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Hari Tani Nasional 2026, Polres Kediri Bersama HKTI dan Petani Gelar Gerakan Tanam Jagung
Dirut PT KIM Resmikan Masjid Riyadlul Jannah Al Amer, Cita-Cita Sejak Kuliah Terwujud
Isu Mikutopia Ambil Air Warga Dibantah Kades Tulungrejo: Sumbernya Berbeda
Perjuangan 26 Tahun Berbuah Manis, 37 KK Dusun Gerdu Kota Batu Terima Akta Hibah
Dugaan Public Shaming di Media Sosial, SMSI Malang Raya Dampingi A Mengadu ke Polresta

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 04:44 WIB

Piala Panglima TNI Diperebutkan, Open Tournament Domino ORADO 101 Digelar di Kodim 0833

Sabtu, 26 September 2026 - 10:58 WIB

Sam Tito: Kekerasan terhadap Anak Bukan Sekadar Persoalan Internal Sekolah

Sabtu, 26 September 2026 - 03:36 WIB

Ayah Tedja Soroti Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, JKJT Desak Pemeriksaan Menyeluruh

Kamis, 24 September 2026 - 23:17 WIB

Proyek Saluran Irigasi di Desa Ngasinan Disorot, Papan Informasi dan K3 Dipertanyakan

Kamis, 24 September 2026 - 13:32 WIB

Dirut PT KIM Resmikan Masjid Riyadlul Jannah Al Amer, Cita-Cita Sejak Kuliah Terwujud

Selasa, 22 September 2026 - 23:05 WIB

Isu Mikutopia Ambil Air Warga Dibantah Kades Tulungrejo: Sumbernya Berbeda

Selasa, 22 September 2026 - 22:53 WIB

Perjuangan 26 Tahun Berbuah Manis, 37 KK Dusun Gerdu Kota Batu Terima Akta Hibah

Selasa, 22 September 2026 - 22:33 WIB

Dugaan Public Shaming di Media Sosial, SMSI Malang Raya Dampingi A Mengadu ke Polresta

Berita Terbaru