BLORA, NGALAMUTAS.COM – Upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman tembakau terus dilakukan di Kabupaten Blora. Kali ini, pelatihan serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dilaksanakan di kediaman Ketua Kelompok Petani Tembakau, Desa Temengeng, Kecamatan Sambong.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bapak Ir. Slamet M., M., serta didampingi oleh tenaga penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sambong, yaitu Bapak Susilo dan Ibu Yenik. Turut hadir pula Ibu Elsa selaku Petugas Urusan Pertanian Terpadu (PUPT) Kecamatan Sambong.
Dalam kesempatan itu, para narasumber menyampaikan materi tentang cara mengenali hama dan penyakit utama pada tanaman tembakau, serta teknik pengendalian yang aman, efektif, dan ramah lingkungan. Melalui metode PHT, petani diharapkan tidak hanya mengandalkan pestisida, tetapi juga memanfaatkan cara budidaya yang baik dan musuh alami hama.
“Petani kita harus tahu cara mengenali hama dan penyakit utama pada tanaman tembakau,” papar Ir. Slamet M., M., dari dinas pertanian, Selasa ( 23/6/2026 ).
“Serta teknik pengendalian yang aman, efektif, dan ramah lingkungan,” imbuhnya. Ia juga berharap para petani tidak hanya mengandalkan pestisida, tetapi juga memanfaatkan cara budidaya yang baik dan musuh alami hama pada tanaman.

Para petani menyambut baik kegiatan ini karena dianggap sangat membantu mengatasi permasalahan di lapangan. Moh. Nanang Rahma, selaku ketua kelompok Tani, merasa terimksih kepada para narasumber yang telah mamberikan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat ini.
“Kami berterimakasih kepada para narasumber yang hadir, dan memberikan ilmu pengetahuannya,”ujar Nanang. Dengan demikian, diharapkan ilmu yang didapat, dapat langsung diterapkan, sehingga hasil panen tembakau meningkat dan kesejahteraan petani pun terangkat.
(Sukirman)
![]()







