Dugaan Kekerasan Seksual Mengguncang Ponpes Ngawi: Tiga Santriwati Laporkan Pengasuh ke Pihak Berwajib

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI, NGALAMUTAS. COM — Dunia pendidikan pesantren di Kabupaten Ngawi diguncang laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Sebanyak tiga santriwati dari Pondok Pesantren Ngawitan Sunan Kalijogo, yang berlokasi di Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, mendatangi Markas Polres Ngawi pada Jumat (22/5/2026) untuk melaporkan pengasuh pondok berinisial D (50).

Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, membenarkan telah diterimanya laporan resmi tersebut. Ia menegaskan pihak kepolisian telah menindaklanjutinya dengan mendalami setiap keterangan, memeriksa sejumlah saksi, hingga memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.

“Kami telah turun langsung ke lokasi guna mengumpulkan bukti. Hingga saat ini, baru tiga orang santriwati yang memiliki keberanian untuk melaporkan perbuatan tercela yang diduga dilakukan oleh pengasuh pondok tersebut,” ungkap Prayoga.

Ketiga santriwati yang melaporkan peristiwa itu berinisial P (21), Z (21), dan D (21). Segera setelah menyampaikan keterangan di kantor kepolisian, ketiganya menjalani pemeriksaan medis atau visum di Rumah Sakit Widodo Ngawi. Langkah ini diambil guna memperoleh bukti fisik yang sah sebagai dasar pengembangan penyelidikan.

Menurut keterangan yang diperoleh, ketiga korban melaporkan perbuatan pengasuh tersebut karena diduga telah melakukan tindakan pencabulan secara berulang.

Hingga saat ini, penyidik masih terus menggali keterangan dari terlapor yang menjalani pemeriksaan dengan didampingi oleh penasihat hukumnya. Selain memeriksa pihak terkait, tim penyidik juga telah melakukan penelusuran di tempat kejadian perkara, termasuk memeriksa kamar pribadi terlapor serta sejumlah ruangan di lingkungan pondok pesantren untuk menemukan jejak dan barang bukti yang relevan.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa jumlah pihak yang diduga menjadi korban sebenarnya mencapai lebih dari tujuh orang. Namun, hingga berita ini diturunkan, baru tiga orang yang berani maju untuk melaporkan peristiwa tersebut secara resmi ke pihak berwajib.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba Semester I Tahun 2026, Selamatkan 2,79 Juta Jiwa dari Bahaya Narkotika
Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Seorang Pria Asal Semarang Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Hotel di Blora, Diduga Serangan Jantung
Forum Pemred SMSI Jatim Resmi Dikukuhkan, Komdigi Ingatkan Ancaman Disinformasi AI
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang
Sambut Hari Bhayangkara ke -80 Polres Situbondo Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani
Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke – 80
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Kediri Turu Dampingi Petani Jagung

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:44 WIB

Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba Semester I Tahun 2026, Selamatkan 2,79 Juta Jiwa dari Bahaya Narkotika

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:42 WIB

Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:39 WIB

Seorang Pria Asal Semarang Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Hotel di Blora, Diduga Serangan Jantung

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:29 WIB

Forum Pemred SMSI Jatim Resmi Dikukuhkan, Komdigi Ingatkan Ancaman Disinformasi AI

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:16 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:10 WIB

Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke – 80

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:06 WIB

Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Kediri Turu Dampingi Petani Jagung

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:14 WIB

Pelatihan PHT dan Pengendalian OPT Tembakau Digelar di Desa Temengeng Blora

Berita Terbaru