VIRAL! Perkara Celana Kotor, Dua Siswi Smp Di Rejang Lebong Bertarung Di Lingkungan Sekolah.

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Turun Tangan, Perselisihan Berujung Penyelesaian Kekeluargaan ( Dock Ist )

i

Polisi Turun Tangan, Perselisihan Berujung Penyelesaian Kekeluargaan ( Dock Ist )

REJANG LEBONG, NGALAMUTAS.COM – Dunia pendidikan Kabupaten Rejang Lebong kembali diguncang kasus kenakalan pelajar. Sebuah rekaman perkelahian dua siswi SMP Negeri 22 Rejang Lebong yang terjadi di Desa Air Pikat, Kecamatan Bermani Ulu, menyebar luas di media sosial dan mengundang keprihatinan masyarakat.

Peristiwa yang mengundang geleng kepala ini bermula dari persoalan yang terkesan sepele: selembar celana pinjaman yang dikembalikan dalam keadaan kotor. Perselisihan yang awalnya hanya pertengkaran lewat pesan singkat WhatsApp ini, akhirnya memanas dan berujung pada tantangan untuk berkelahi.

“Ngapain celana saya kena noda?” tulis salah satu siswi dengan nada marah.

“Kalau kamu tidak senang, saya ganti saja,” balas temannya yang tak kalah emosi.

Alih-alih meredam ketegangan, percakapan itulah yang justru menjadi pemicu kesepakatan untuk bertemu dan menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

Berdasarkan keterangan Kepala Kepolisian Resor Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, S.I.K., M.H. melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat AKP M. Hasan Basri, S.H., perselisihan ini berawal pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB saat kedua siswi masih berada di rumah masing-masing.

Tak berselang lama, keduanya sepakat bertemu di halaman sekolah. Tepatnya pukul 12.00 WIB, terjadilah perkelahian satu lawan satu yang disaksikan oleh belasan siswa lainnya. Ironisnya, sebagian siswa justru sibuk merekam peristiwa itu alih-alih melerai. Rekaman itulah yang kemudian tersebar luas dan menjadi sorotan publik.

Akibat perkelahian tersebut, kedua siswi mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup. Keluarga korban pun akhirnya melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Sektor Bermani Ulu.

Mendapat laporan, Kepala Kepolisian Sektor Bermani Ulu IPTU R. Pasaribu, S.H., M.H., segera turun tangan bersama anggota untuk melakukan penanganan. Berbagai langkah cepat dilakukan, mulai dari pemeriksaan di lokasi kejadian, pemeriksaan saksi dan pihak terlibat, hingga mengumpulkan bukti rekaman.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, kepolisian kemudian mengadakan pertemuan perdamaian di kediaman Sekretaris Desa Air Pikat. Pertemuan yang dihadiri orang tua kedua belah pihak dan perangkat desa itu akhirnya mencapai kesepakatan damai.

Isi kesepakatan yang disepakati bersama:
✅ Tidak ada yang saling menuntut ke jalur hukum
✅ Kedua siswi berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa
✅ Biaya pengobatan ditanggung bersama oleh kedua orang tua
✅ Pihak yang merekam dan menyebarkan rekaman meminta maaf serta berjanji tidak mengulangi

Meskipun kasus ini telah selesai dengan jalan damai, peristiwa ini menjadi cerminan memprihatinkan tentang rendahnya ketahanan emosi dan budaya damai di kalangan pelajar. Penyelesaian masalah dengan kekerasan, ditambah kebiasaan merekam dan menyebarkan peristiwa buruk, menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia pendidikan.

Kapolres Rejang Lebong mengingatkan, “Peran orang tua, guru dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter generasi muda. Jangan sampai masalah sepele justru merusak masa depan anak-anak.”

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang
Sambut Hari Bhayangkara ke -80 Polres Situbondo Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani
Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke – 80
Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Kediri Turu Dampingi Petani Jagung
Pelatihan PHT dan Pengendalian OPT Tembakau Digelar di Desa Temengeng Blora
Kasat Reskrim Polres Kediri Berganti, AKP Angga Riatma Siap Perkuat Penegakan Hukum
Anjungan Air Siap Minum Kota Malang Rusak Akibat Vandalisme, Tugu Tirta Angkat Bicara.
Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 3 Tersangka Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:16 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:13 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke -80 Polres Situbondo Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:10 WIB

Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke – 80

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:06 WIB

Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Kediri Turu Dampingi Petani Jagung

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:14 WIB

Pelatihan PHT dan Pengendalian OPT Tembakau Digelar di Desa Temengeng Blora

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:25 WIB

Anjungan Air Siap Minum Kota Malang Rusak Akibat Vandalisme, Tugu Tirta Angkat Bicara.

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:35 WIB

Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 3 Tersangka Diamankan

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Berita Terbaru