Pelajar SMP di Limapuluh Kota Hamil, Dipaksa Gugurkan Kandungan

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMAPULUH KOTA (SUMATRA BARAT), NGALAMUTAS.COM – Sebuah kasus memilukan kembali mengejutkan masyarakat. Seorang pelajar setingkat SMP di kawasan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, kini harus menanggung beban berat setelah diketahui mengandung usia tiga bulan. Korban yang identitasnya disamarkan dengan inisial Bunga ini mengaku menjadi korban kekerasan dalam pacaran dan ancaman yang sangat mengerikan.

Dalam keterangannya kepada pihak berwenang, Bunga menceritakan pahitnya perlakuan yang ia terima dari kekasihnya. Setelah mengetahui korban hamil, pelaku justru memaksanya untuk menggugurkan kandungan dengan cara-cara yang tidak medis dan sangat berbahaya.

Pelaku memaksa korban menelan obat-obatan tertentu, meminum air tape, hingga menyuruhnya pergi ke tukang urut dengan tujuan menghilangkan janin tersebut.

Ancaman Sebar Foto Intim Jadi Senjata

Terungkap, pergaulan bebas dan hubungan terlarang yang dilakukan Bunga bukanlah atas kehendak sendiri. Ia mengaku dipaksa dan diintimidasi oleh pacarnya. Pelaku menggunakan senjata ampuh berupa ancaman akan menyebarkan foto-foto syur atau gambar intim mereka jika korban berani menolak permintaannya.

Merasa ketakutan dan malu, korban pun akhirnya pasrah dan menuruti semua keinginan pelaku, hingga akhirnya berujung pada kehamilan yang tidak diinginkan.

Kasus Masuk Ranah Hukum, Orang Tua Murka

Kasus ini kini telah ditangani secara serius oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Limapuluh Kota.

Menurut informasi yang dihimpun, pada Jumat (10/4/2026), pihak keluarga korban merasa sangat kecewa dan marah besar atas peristiwa yang menimpa putrinya. Mereka menuntut keadilan dan meminta hukum yang setimpal bagi pelaku yang telah merusak masa depan anak mereka.

Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan untuk mengusut tuntas kasus yang menyedihkan ini.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru