BOJONEGORO, NGALAMUTAS.COM – Proyek rekonstruksi jalan rigid beton program BKK di Desa Kliteh, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, terdapat dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis yang membuat warga dan pengamat merasa kecewa.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, terlihat sejumlah titik yang menunjukkan ketebalan struktur lantai kerja hanya berkisar antara 1 cm hingga 2 cm. Selain itu, kedalaman lubang strauss juga diduga hanya mencapai sekitar 60 cm, jauh di bawah standar yang seharusnya diterapkan pada konstruksi jalan yang kokoh.
“Saya sempat berhenti di lokasi proyek tersebut dan mengukur sendiri. Untuk ketebalan cor lantai kerjanya di beberapa titik hanya sekitar 1 cm sampai 2 cm. Begitu juga dengan kedalaman straussnya, saya ukur hanya sekitar 60 cm,” ujar salah seorang warga yang melintasi lokasi, Sabtu (4/4/2026).
Hal senada juga disampaikan oleh seorang aktifis lokal. Menurutnya, proyek pemerintah harus dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan standar teknis yang berlaku agar hasilnya maksimal dan tahan lama.
“Proyek pemerintah harus dikerjakan sesuai dengan RAB-nya, supaya mendapatkan hasil yang kuat dan maksimal. Tapi kalau melihat ketebalan cor lantai kerja kurang dari 5 cm dan strauss hanya sekitar 60 cm, maka publik patut menyoroti dan mempertanyakan, apakah memang RAB-nya seperti itu atau ada penyimpangan?” tegasnya.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada tim pelaksana maupun konsultan pengawas di lokasi, mereka tidak ditemukan. Upaya konfirmasi juga telah dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Desa Kliteh, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima.
Kondisi ini memunculkan harapan agar pihak berwenang segera melakukan evaluasi dan pengecekan ulang terhadap kualitas pekerjaan tersebut, demi memastikan penggunaan anggaran negara tepat guna dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.
(Tim)
![]()







