Pesan Sam Tito di Hari Lebaran Ketupat: Kedepankan Introspeksi dan Harmoni Sosial.

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Perayaan Lebaran Ketupat yang jatuh sepekan setelah Hari Raya Idulfitri kembali menjadi momentum penting dalam tradisi masyarakat Jawa. Ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Pradoto Adiningrat, S.H., M.M., memaknai perayaan ini bukan sekadar tradisi, melainkan sarat filosofi mendalam yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, ketupat bukan hanya hidangan khas, tetapi simbol spiritual yang mengandung pesan moral bagi kehidupan manusia. “Kata kupat sendiri berasal dari istilah ‘ngaku lepat’, yang berarti mengakui kesalahan. Ini menjadi pengingat penting bagi manusia untuk selalu introspeksi diri,” ujarnya saat ditemui di Malang, Kamis (26/03/2026).

Ia menjelaskan, tradisi Lebaran Ketupat erat kaitannya dengan ajaran Sunan Kalijaga dalam menyebarkan nilai-nilai Islam melalui budaya lokal. Anyaman janur pada ketupat, lanjutnya, melambangkan kompleksitas kehidupan manusia, sementara isi beras putih di dalamnya menggambarkan hati yang bersih setelah menjalani proses permohonan maaf.

“Ketika ketupat dibelah, kita melihat bagian dalam yang putih bersih. Itu filosofi bahwa setelah kita saling memaafkan, hati kembali suci,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa Sam Tito ini, menilai bahwa di era modern saat ini, nilai-nilai yang terkandung dalam Lebaran Ketupat justru semakin penting untuk dihidupkan kembali. Di tengah dinamika sosial dan derasnya arus digitalisasi, masyarakat dinilai membutuhkan ruang refleksi dan penguatan nilai kebersamaan.

“Sekarang ini, interaksi manusia cenderung cepat dan instan. Tradisi seperti Lebaran Ketupat menjadi pengingat agar kita tidak kehilangan akar budaya, terutama dalam hal silaturahmi dan kerendahan hati,” tegas sosok yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI) itu.

Ia juga menyoroti bahwa perayaan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Tradisi berbagi ketupat dan hidangan khas lainnya dinilai mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang berbagi, mempererat hubungan, dan menjaga harmoni sosial,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari pelestari budaya, pihaknya berharap generasi muda tidak sekadar mengikuti tradisi secara seremonial, tetapi juga memahami makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

“Kalau hanya ikut-ikutan, nilai itu akan hilang. Tapi kalau dipahami, tradisi ini akan tetap hidup dan relevan sepanjang zaman,” pungkasnya.

Lebaran Ketupat pun tidak hanya menjadi penutup rangkaian Idulfitri, tetapi juga simbol perjalanan spiritual manusia menuju kesempurnaan dalam menjalin hubungan dengan Tuhan dan sesama.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru