Respons Cepat Djoko Prihatin: Memastikan Tragedi Puding Lowokwaru Tak Terulang di Sekolah Lain.

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang tengah berada dalam sorotan tajam menyusul insiden kontaminasi pangan yang mengusik rasa aman publik. Temuan larva (belatung) pada menu puding stroberi di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Lowokwaru pada Selasa (3/3), memicu gelombang desakan untuk melakukan evaluasi fundamental terhadap standar operasional prosedur (SOP) distribusi pangan anak sekolah.

​Menanggapi krisis tersebut, Ketua Umum DPD Partai Golkar Kota Malang sekaligus Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Djoko Prihatin, menegaskan bahwa insiden ini merupakan alarm keras bagi integritas sistem pengawasan pangan di tingkat lokal. Ia menuntut adanya pembenahan sistemik yang tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga aspek etika manajerial.

​Kronologi bermula dari keresahan kolektif wali murid setelah beredarnya bukti visual berupa video yang menunjukkan kondisi puding stroberi yang tidak layak konsumsi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan kontaminasi mengarah pada fase pre-processing bahan baku yang abai terhadap kaidah sanitasi. Stroberi yang menjadi bahan utama diduga tidak melalui proses decontaminasi yang paripurna sebelum diolah.

​Pihak sekolah dilaporkan telah mengambil langkah mitigasi darurat dengan instruksi pembuangan produk secara massal. Namun, tekanan publik kini tertuju pada Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Tulusrejo 2 sebagai mitra penyedia.

​Djoko Prihatin dalam pernyataan resminya menekankan bahwa pengelolaan program strategis nasional seperti MBG tidak boleh terjebak dalam praktik yang bersifat “serampangan”. Ia menyoroti adanya celah dalam sistem kontrol kualitas yang cenderung hanya bersifat formalitas sampling.

​”Sistem kontrol tidak boleh hanya menyentuh permukaan atau sekadar pemeriksaan sampel secara acak tanpa akurasi. Harus ada pembenahan total pada sistem pengawasan, mulai dari supply chain bahan baku, integritas proses pengolahan, hingga mekanika distribusi,” ujar Djoko dengan nada tegas.

​Lebih lanjut, Djoko menggarisbawahi pentingnya aspek profesionalisme SDM dalam ekosistem MBG. Menurutnya, rekrutmen petugas di dapur-dapur produksi harus didasarkan pada kompetensi yang teruji, bukan sekadar pemenuhan kuota tenaga kerja.

​”Penjaringan pegawai harus dilakukan secara selektif dan berbasis kompetensi. Kita membutuhkan personel yang memiliki komitmen tinggi terhadap standar keamanan pangan (food safety). Ini menyangkut kesehatan generasi masa depan, maka tidak ada ruang untuk amatirisme,” imbuhnya.

​Meskipun melontarkan kritik tajam, Djoko mengingatkan publik agar tetap melihat urgensi program MBG dari perspektif yang lebih luas. Ia memandang program ini sebagai instrumen ganda: pengungkit kualitas gizi nasional sekaligus katalisator ekonomi bagi pelaku UMKM dan penyerapan tenaga kerja lokal.

​Namun, ia memberikan catatan tebal mengenai aspek akuntabilitas finansial. Ia memperingatkan agar efisiensi biaya atau pengejaran margin keuntungan tidak sampai mereduksi kualitas bahan baku yang diberikan kepada siswa.

​”Program ini memiliki nilai strategis yang luar biasa. Namun, pelaksanaannya wajib profesional dan akuntabel. Jangan sampai orientasi profit mengabaikan aspek kualitatif pangan. Ini adalah amanah pemerintah yang harus dijalankan dengan standar etika yang tinggi,” tandasnya.

​Kasus ini kini menjadi ujian bagi Pemerintah Kota Malang dan pihak terkait untuk membuktikan keseriusan mereka dalam mengawal program MBG. Publik kini menanti langkah konkret berupa audit menyeluruh terhadap SPPG yang terlibat serta transparansi hasil investigasi guna merestorasi kepercayaan masyarakat.

​Tanpa adanya sanksi tegas dan perbaikan SOP yang radikal, dikhawatirkan resistensi orang tua terhadap program ini akan terus meningkat, yang pada akhirnya dapat menghambat target pemenuhan gizi nasional di daerah.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Polda Jatim Tindak Tegas Produsen MinyaKita Nakal, Isi Tak Sesuai Kemasan
Polda Jatim Ungkap Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Orang Ditetapkan Tersangka
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo sebagai Prioritas Nasional, Polri Serahkan 378 Unit Perumahan bagi PNPP dan Masyarakat di Sultra
Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari
Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.
Target Besar DPD PAN Kabupaten Malang Memecah Kebuntuan Kursi DPRD Melalui Sosok Visioner Abah Makhrus.
Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara
Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 08:20 WIB

Polda Jatim Tindak Tegas Produsen MinyaKita Nakal, Isi Tak Sesuai Kemasan

Rabu, 22 April 2026 - 08:19 WIB

Polda Jatim Ungkap Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Orang Ditetapkan Tersangka

Rabu, 22 April 2026 - 08:17 WIB

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo sebagai Prioritas Nasional, Polri Serahkan 378 Unit Perumahan bagi PNPP dan Masyarakat di Sultra

Selasa, 21 April 2026 - 16:52 WIB

Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari

Selasa, 21 April 2026 - 12:28 WIB

Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.

Selasa, 21 April 2026 - 05:52 WIB

Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara

Selasa, 21 April 2026 - 05:51 WIB

Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Selasa, 21 April 2026 - 05:49 WIB

Cetak Auditor Tangguh, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tuntaskan Pelatihan Sispamobvitnas

Berita Terbaru