Momentum Ramadan 2026, PP Jatim dan Gapeknas Pererat Ukhuwah Melalui Aksi Filantropi.

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA SURABAYA (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Di tengah dinamika sosial-politik dan transisi ekonomi digital tahun 2026, Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Jawa Timur menggelar refleksi spiritual dan sosial melalui agenda buka puasa bersama dan santunan anak yatim pada Sabtu (28/02/2026).

​Bertempat di markas komando MPW Pemuda Pancasila Jatim, acara ini tidak sekadar menjadi seremonial keagamaan, melainkan sebuah panggung konsolidasi gagasan yang mempertemukan nilai nasionalisme religius dengan profesionalisme industri.

​Hadir mewakili Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim, H. AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua MPW PP Jatim, H. Muhammad Ali Afandi (Mas Andi), membedah arah baru organisasi di hadapan para Ketua MPC se-Jawa Timur dan tokoh masyarakat.

​Dalam pidatonya yang sarat dengan muatan intelektual, Mas Andi menekankan pentingnya paradigma integratif dalam tubuh kader. Ia membedah bahwa organisasi masa kini harus mampu melampaui sekat-sekat primordialisme melalui transformasi menjadi ormas yang nasionalis sekaligus religius.

​”Nasionalisme tanpa akhlak akan kehilangan arah, sementara religiusitas tanpa komitmen kebangsaan akan kehilangan kebijaksanaan. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang harus menyatu dalam diskursus perjuangan kader Pemuda Pancasila,” tegas Mas Andi.

​Secara sosiologis, narasi ini menunjukkan upaya Pemuda Pancasila dalam melakukan revitalisasi peran di tengah masyarakat—dari sekadar kekuatan massa menjadi kekuatan gagasan yang berkontribusi pada stabilitas dan pemberdayaan ekonomi.

​Di sisi lain, dimensi profesionalisme diangkat oleh Ketua DPD Gapeknas Jawa Timur, H. Baso Juherman, SP, SH, M.HP. Di depan para pengusaha kontraktor dari berbagai daerah seperti Probolinggo, Lumajang, hingga Jember, Baso menyoroti tantangan teknokrasi di sektor konstruksi.

​Ia menggarisbawahi fenomena pergeseran sistem lelang dari manual ke digital sebagai bentuk keniscayaan regulasi yang menuntut peningkatan digital literacy bagi para kontraktor daerah.

​Di era transformasi digital, Gapeknas mendorong anggotanya untuk tidak hanya mahir secara teknis di lapangan, tetapi juga kompeten dalam mengelola administrasi berbasis data.

​Sedangkan dengan daya saing lokal, kolaborasi dengan Pemuda Pancasila dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat posisi tawar kontraktor daerah dalam ekosistem ekonomi nasional yang kompetitif.

​”Momentum 2026 ini harus kita maknai sebagai tahun kebangkitan. Anggota Gapeknas harus beradaptasi dengan regulasi yang ada agar tetap profesional dan berintegritas,” ujar Baso Juherman.

​Sebagai penutup yang menyentuh aspek kemanusiaan (humanity), kegiatan diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Dalam perspektif akademis, aksi filantropi ini merupakan bentuk nyata dari Social Corporate Responsibility organisasi terhadap lingkungan sekitar, sekaligus implementasi dari nilai-nilai ketuhanan yang diterjemahkan ke dalam aksi sosial.

​Melalui sinergi ini, MPW PP Jatim dan Gapeknas Jatim mengirimkan pesan kuat ke publik: bahwa organisasi di Jawa Timur kini bergerak dengan kompas yang jelas—menjaga persatuan bangsa dengan etika agama, sembari memacu kemajuan ekonomi melalui penguasaan teknologi.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 3 Tersangka Diamankan
Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:35 WIB

Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 3 Tersangka Diamankan

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:51 WIB

Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terbaru