SURABAYA (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendesak pemerintah provinsi dan pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran 2026. Ia menekankan pentingnya penambahan kuota serta armada transportasi, baik di sektor darat maupun laut, guna menghindari penumpukan penumpang.
Dewanti menyoroti tren tahunan di mana jumlah pemudik terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, kesiapan sarana transportasi menjadi kunci utama untuk menjamin kelancaran arus mudik tahun ini.
”Jumlah pemudik setiap tahun pasti meningkat, sehingga kuota dan armada transportasi harus ditambah. Ini langkah krusial untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik yang diprediksi melonjak signifikan,” ujar Dewanti dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini memaparkan data survei nasional yang menunjukkan tantangan besar bagi Jawa Timur. Diperkirakan, sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Dalam konstelasi nasional, Jawa Timur memegang peranan ganda yang sangat vital.
Sebagai daerah asal Jatim menempati posisi ketiga terbesar nasional dengan potensi pergerakan 17,12 juta orang. Sedangkan sebagai daerah tujuan, menempati posisi kedua nasional dengan proyeksi kedatangan mencapai 27,29 juta orang.
”Tingginya mobilitas ini berpotensi menimbulkan kepadatan luar biasa di berbagai simpul transportasi, mulai dari terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara,” lanjut mantan Wali Kota Batu tersebut.
Dewanti menilai program Mudik Gratis yang rutin diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu diperkuat. Ia mendorong adanya penambahan armada yang lebih masif, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok yang seringkali kesulitan mendapatkan akses transportasi umum yang layak dan terjangkau.
Secara khusus, Dewanti memberikan perhatian pada transportasi laut menuju wilayah kepulauan di Madura. Ia mencatat adanya ketimpangan antara jumlah pemudik dan ketersediaan kapal.
”Kami meminta penambahan kapal penyeberangan, khususnya pada rute Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju kepulauan di Sumenep. Armada laut ke kepulauan masih sangat terbatas, padahal jumlah warga yang pulang kampung ke sana terus meningkat setiap tahun,” tegasnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan penganggaran, Dewanti memastikan bahwa DPRD Jawa Timur siap mengawal kebijakan Pemprov Jatim yang berorientasi pada pelayanan publik selama masa Lebaran.
”Kami di legislatif siap mendukung penuh kebijakan pemprov untuk kepentingan masyarakat. Aspek keselamatan dan kenyamanan pemudik harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
(KIM)
![]()














