BANGKINANG, NGALAMUTAS.COM – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kampar berhasil menangkap pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan inisial SE (19). Pelaku masuk melalui jendela rumah korban dan melakukan tindakan tidak senonoh saat korban sedang tidur.
Kejadian terjadi di Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 02.45 WIB. Korban dengan inisial S (17) menyadari aksi pelaku dan langsung membuat pelaku kabur. Sebelumnya, pelaku telah ditahan oleh ayah korban bersama warga sebelum kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Kejadian ini dilaporkan oleh ayah korban ke Polres Kampar, yang mana sebelumnya sudah ditangkap oleh ayah korban bersama warga,” ujar Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kasat Reskrim AKP Gian Wiatma Jonimandala, Sabtu (21/2/2026) lalu.
AKP Gian menjelaskan bahwa awal mula kejadian dimulai ketika ayah korban dibangunkan oleh anaknya. Korban menyampaikan bahwa dirinya baru saja diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku, yang meremas payudara, memeluk, serta menggesekkan kemaluan pada bokongnya sambil digoyangkan. “Korban juga menjelaskan bahwa pelaku masuk melalui jendela kamar dan menutup wajahnya menggunakan kain, akan tetapi korban mengenalinya,” jelasnya.
Pelaku juga mengancam korban dengan kata-kata, “Jangan cerita ke orang tuamu kalau kamu cerita saya akan membunuhmu dan kedua orang tuamu.” Setelah mendengar cerita anaknya, ayah korban langsung mencari orang yang dicurigai, yang saat itu berpura-pura tidur di pondok dekat rumahnya.
Kemudian ayah korban memanggil aparat desa dan warga setempat untuk menanyakan kejadian tersebut kepada pelaku. “Ia mengakui bahwa dirinyalah yang melakukan perbuatan yang dialami oleh anaknya tersebut,” ujar Kasat Reskrim.
Setelah itu, ayah korban datang ke kepolisian untuk melaporkan agar perkara tersebut diproses sesuai hukum. “Setelah mengakui perbuatannya, pelaku dibawa ke Polres Kampar untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” tegas AKP Gian Wiatma.
![]()














