Klenteng Eng An Kiong Gelar Sembahyang Bersama, Harapkan Kemudahan Rezeki di Tahun Kuda Api”.

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribadatan umat Tri Dharma di perayaan tahun baru Imlek 2026, Yayasan Klenteng Eng An Kiong Malang. (dok.kim)

i

Pribadatan umat Tri Dharma di perayaan tahun baru Imlek 2026, Yayasan Klenteng Eng An Kiong Malang. (dok.kim)

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Ratusan umat Tri Dharma memadati Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, untuk melaksanakan sembahyang bersama menandai hari pertama Tahun Baru Imlek 2577, Selasa (17/2/2026). Di tengah suasana khidmat aroma hio, terselip doa khusus untuk keselamatan bangsa dan kewaspadaan menghadapi tahun yang diprediksi penuh dinamika.

​Juru Bicara Yayasan Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini bertepatan dengan tahun Kuda Api (Ping-Wu). Prosesi ibadah dimulai sejak pukul 11.00 WIB, diikuti oleh pengurus, umat, serta simpatisan dengan penuh antusiasme.

​David mengibaratkan momentum sembahyang di hari pertama Imlek ini memiliki esensi kesucian yang serupa dengan ibadah hari raya agama lain.

​”Hari ini adalah hari pertama musim semi, tanggal satu bulan satu penanggalan Imlek. Kami memaknai penempelan dupa pertama ini dengan penuh harapan. Jika di rekan-rekan Muslim ada Salat Id, maka bagi kami, berkumpul dan bersembahyang bersama di klenteng pada hari pertama ini adalah puncaknya,” ujar David saat ditemui di lokasi.

​Rangkaian sembahyang diawali dengan penghormatan kepada Thian Kong (Tuhan Yang Maha Esa), dilanjutkan ke Dewa Tuan Rumah, dan bertepatan pula dengan peringatan Milad Buddha Milek.
​Waspada Gejolak “Kuda Api”: Refleksi Sejarah 1966.

Pertunjukkan Barongsai Yayasan Klenteng Eng An Kiong Malang pukau pengunjung. (dok kim)

​Dalam tinjauan metafisika Tiongkok, David memaparkan bahwa tahun 2577 merupakan tahun Ping-Wu. Secara teknis, Ping melambangkan Api Besar (Yang), sementara Wu merepresentasikan elemen Kuda yang juga berunsur api.

​”Ada double api yang sangat aktif tahun ini. Secara historis dan pembacaan elemen, tahun Ping-Wu sering kali membawa perubahan besar yang tidak terduga dan signifikan secara sosial maupun kenegaraan,” ungkapnya.

​Ia menarik refleksi pada siklus 60 tahunan, yakni tahun 1966, yang juga merupakan tahun Kuda Api. David mengingatkan masa-masa kelam tersebut, mulai dari Revolusi Budaya di Tiongkok hingga peristiwa G30S yang berimbas pada stabilitas nasional di Indonesia kala itu.

Juru Bicara Yayasan Klenteng Eng An Kiong Malang, David Kurniawan memimpin jakannya sembahyang umat Tri Dharma. (dok.kim)

​”Tahun Ping-Wu ini riskan membuat emosi orang mudah tersulut. Pesan kami kepada umat dan masyarakat: jaga emosi, jaga tutur bicara. Masalah sensitif harus dijaga agar tidak menjadi pemicu konflik,” tegas David.

​Meski ada peringatan terkait dinamika elemen api, pihak Klenteng Eng An Kiong tetap optimistis dan terus melangitkan doa agar Indonesia terhindar dari fenomena buruk.

Juru bicara Yayasan Klenteng Eng An Kiong Malang, David Kurniawan memberikan keterangan pada awak media. (dok.kim)

​”Harapan kami di tahun 2577 ini, Indonesia selalu jaya. Khususnya Kota Malang agar tetap aman dan tentram. Kami percaya, jika negara kuat dan stabil, ekonomi pasti baik dan rakyat mudah mencari rezeki,” tambahnya.

​Perayaan Imlek di Klenteng Eng An Kiong juga dimeriahkan dengan pentas budaya. Atraksi Barongsai digelar pada pukul 13.30 WIB dan seluruh rangkaian acara penutupan pentas budaya dijadwalkan berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Pihak yayasan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan masyarakat agar kehadiran klenteng bersejarah ini semakin maksimal dirasakan manfaatnya oleh warga Malang.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru