Tidak Terima Digerebek dan Dipukuli Warga Gara-gara Diduga Selingkuh, Pria Di Blora Lapor Polisi.

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, NGALAMUTAS.COM – Seorang pria berinisial MM (23) asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melaporkan kejadian penganiayaan ke pihak kepolisian setelah dikeroyok dan diarak warga usai ketahuan bersama istri orang di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen. Polisi menyebut keduanya digerebek warga setelah diduga telah berhubungan badan.

Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan, penggerebekan terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Saat itu puluhan warga menemukan MM sedang berduaan di rumah wanita yang sudah memiliki suami dan anak. “Infonya sudah berhubungan badan. Iya betul (pasangan selingkuh),” ujarnya, menambahkan bahwa MM sendiri masih berstatus bujang.

Menurut Lilik, warga sudah lama curiga dengan gerak-gerik kedua pelaku sehingga sengaja memantau pergerakan mereka. Pihaknya pertama kali menemui MM saat ia sedang dirawat di puskesmas akibat luka-luka akibat pengeroyokan. “Jadi memang ada lebam-lebam. Tapi kasusnya itu ditangani di Polres Blora. Kami dikabari setelah adanya penggerebekan itu,” jelasnya.

Kuasa hukum MM, Yusuf Nurbaidi, mengungkapkan bahwa kliennya sedang berada di rumah perempuan tersebut ketika tiba-tiba datang puluhan warga. “Jadi klien saya itu dianiaya, dipukuli. Ditelanjangi lalu diarak sampai ke balai desa dengan jarak sekitar 1 kilometer,” ujarnya pada hari yang sama.

Akibat peristiwa tersebut, MM mengalami luka fisik cukup parah dan mengalami trauma. “Lukanya parah, sampai sekarang klien saya jadi sulit berkomunikasi. Istilahnya telmi. Dan malu pasti,” ucap Yusuf.

MM telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polres Blora pada Rabu (4/2/2026) dengan nomor register STTLP / 44 / II / 2026 / Res Blora / Jateng. “Diduga pelakunya ada lebih dari 20 orang,” sebutnya.

Yusuf menegaskan bahwa dugaan perselingkuhan dan penganiayaan adalah dua hal yang berbeda. “Kami tidak ke ranah tersebut (dugaan perselingkuhan) kami fokus ke penganiayaan,” tegasnya, menambahkan harapannya agar kepolisian dapat memproses laporan secara profesional dan menemukan pihak yang menjadi inisiator atau dalang dari pengeroyokan tersebut.

(Sudadi – Blora)

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru