Kemendagri Berikan Catatan Serius Terhadap Draf APBA Aceh 2026

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto Istimewa

i

Poto Istimewa

BANDA ACEH, NGALAMUTAS.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan catatan serius terkait draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun anggaran 2026. Sorotan utama berada pada alokasi anggaran sebesar Rp71,7 miliar untuk belanja iklan reklame, film, dan pemotretan yang dinilai bersifat seremonial serta minim dampak langsung bagi masyarakat, Jum’at (30/1/2026) lalu.

Catatan ini kemudian memicu kritik terhadap Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh selaku Ketua Tim TAPA.

Analis Kebijakan Publik, Dr Nasrul Zaman, menilai bahwa kebijakan anggaran tersebut tidak selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2025-2030 dan menunjukkan rendahnya sensitivitas terhadap persoalan sosial yang masih ada di Aceh.

“Alokasi anggaran bernilai fantastis ini kontras dengan kondisi riil masyarakat. Di tengah krisis kemanusiaan yang belum sepenuhnya tertangani, belanja untuk pencitraan visual justru mendapat porsi besar dalam perencanaan anggaran daerah,” ujar Nasrul Zaman.

Menurut dia, kritik publik semakin kuat karena Aceh masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian anggaran serius. Persoalan stunting dan gizi buruk masih menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda, cakupan imunisasi anak yang belum optimal menempatkan kelompok rentan pada risiko kesehatan jangka panjang, serta kemiskinan ekstrem yang masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah.

“Banyak masyarakat miskin dan kelompok rentan dinilai belum tersentuh kebijakan anggaran yang berpihak dan berkelanjutan. Ketika rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, pengalokasian puluhan miliar untuk belanja seremonial jelas melukai rasa keadilan publik,” katanya.

Langkah TAPA juga dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap visi pembangunan Aceh yang diusung pasangan pemimpin daerah, Mualem-Dek Fadh. Semangat perubahan dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat dikhawatirkan hanya menjadi jargon jika tidak tercermin dalam prioritas anggaran.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru