Wakil Ketua DPRD Pesawaran Mengecam Keras Pemutusan MBG Kepada Dua Siswa Tegineneng.

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir sidak dapur SPPG Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng/Foto: Ist

i

Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir sidak dapur SPPG Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng/Foto: Ist

TEGINENENG, NGALAMUTAS.COM – Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M.Nasir bersama Komisi II DPRD setempat mengecam keras tindakan pimpinan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tri Mulyo, Kecamatan Tegineneng yang menghentikan pemberian Makanan Tambahan Gizi (MBG) kepada dua siswa di kecamatan tersebut.

Kedua siswa yang terkena dampak adalah Alfan (siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah) dan Arsha (siswa Raudhatul Athfal Ma’ Arif), saudara kandung yang korban pemutusan MBG lantaran ibu kandung mereka mengkritik kebijakan dapur MBG melalui media sosial dan kontennya sempat viral.

Kedatangan tim DPRD bertujuan memastikan laporan masyarakat setempat. Saat melihat kondisi kedua siswa yang tidak menerima MBG sementara teman sekelasnya mendapatkan, anggota DPRD tak kuasa menahan kesedihan.

“Saya kira dari hasil diskusi tadi, antara kami dengan pihak MBG, pertama memang terjadi diskriminasi oleh MBG Tri Mulyo terhadap dua anak karena protes orang tuannya. Kedua, kami juga melihat ada pembullyan, psikis kedua anak ini jelas terganggu. Dan juga ada intimidasi dari pihak MBG kepada orang tua kedua siswa ini,” tegas M. Nasir usai sidak ke dapur SPPG Desa Tri Mulyo pada Rabu (21/01/2026).

Menurutnya, pengelola dapur SPPG Tri Mulyo dinilai gagal memahami konsep force majeure. Manajemen dapur sebelumnya telah membagikan MBG kering pada masa libur akhir tahun 2025 dengan alasan pembangunan jalan yang menghalangi distribusi ke sekolah.

“Force Majeure itu kalau ada bencana, ini kan hanya pembangunan jalan. Apakah ada kewenangan dapur MBG menyetop pembagian MBG? Maka kami simpulkan, bahwa dapur MBG ini sudah layak ditutup. Kami minta BGN mengganti dapur MBG ini dengan yang lain. Kalau tidak, nanti akan terjadi gejolak, bahkan tadi kita lihat ada makanan (Buah Salak) yang busuk. Hasil ini akan kita tindaklanjuti dalam rapat bersama pihak terkait,” jelasnya.

Hasil rapat dan rekomendasi nantinya akan diteruskan ke Presiden, Badan Gizi Nasional, Gubernur Lampung, pemerintah daerah, bahkan ke Aparat Penegak Hukum.

“Ada indikasi kita tembuskan ke APH, karena sudah terjadi diskriminasi, intimidasi dan bullying. Ini masuk ranah mereka,” ucapnya singkat.

Sementara itu, pimpinan dapur SPPG Desa Tri Mulyo, Dewi membantah telah melakukan intimidasi terhadap ibu kedua siswa tersebut.

“Apa yang saya jelaskan tadi mungkin belum bisa memberikan gambaran yang jelas. Dalam waktu dekat saya akan mengunjungi DPRD untuk memberikan penjelasan detail dengan disertai bukti mengapa kami membagikan MBG di dapur, tidak diantarkan ke sekolah. Untuk kedua anak ini, sebetulnya mendapatkan MBG setiap hari dan saya ada buktinya. Ada anak yang tidak masuk, maka diberikan ke yang bersangkutan,” ucap Dewi.

Poto Istimewa

Dewi mengaku memberikan sanksi selama satu minggu dengan tidak memberikan MBG kepada kedua siswa tersebut. Menurutnya, kritikan yang diberikan orang tua merugikan dan merusak nama baik SPPG Tri Mulyo.

“Dalam postingannya kami mendistribusikan MBG sebanyak 1000, tapi tidak ada keterangan 1000 per hari, bukan hanya sekali. Ibu Nani selaku Wakil Ketua BGN memberikan keterangan bahwa pembagian MBG boleh dimekanisme sesuai kesepakatan sekolah dan kami sudah berkomunikasi dengan PIC masing-masing sekolah,” paparnya.

Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Pesawaran Khuzil Afwa Kahuripan mengatakan hendaknya ada pemerataan dalam pendistribusian MBG di satu daerah, baik untuk sekolah di bawah Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama, agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru