Menolak Lupa Kejayaan Pop 70-an: Malang Legend Band Hidupkan Spirit Musisi Maestro di Kertanegara.

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG, NGALAMUTAS.COM -Alunan melodi dari era emas musik Indonesia kembali bergaung di RM Kertanegara, Kota Malang. Grup musik Malang Legend Band (MLB) terpantau tengah mengintensifkan latihan sebagai persiapan menuju konser besar mereka yang ketiga. Bukan sekadar hiburan, MLB membawa misi besar: melestarikan karya-karya abadi musisi bangsa agar tak tergerus zaman.

​Vokalis utama MLB, Edy Pramono, mengungkapkan bahwa fokus utama band ini adalah membawakan genre All Legend Pop Indonesia era 1970-an. Nama-nama besar seperti Koes Plus, The Mercy’s, Panbers, D’Lloyd, hingga Black Brothers menjadi nyawa dalam setiap penampilan mereka.

​”Kami ingin menghidupkan kembali lagu-lagu yang dulu sempat booming dan viral. Ini adalah upaya kami menjaga karya anak bangsa agar tetap dikenal,” ujar Edy di sela-sela latihan, Jumat (09/01/2026) pagi.

Dalam konser mendatang, MLB dijadwalkan membawakan sekitar 30 lagu dengan kekuatan dua vokalis utama, Edy Pramono dan Lolita.

​Edy Pramono sendiri sang vokalis senior dan Eks-Band Bentoel memulai karier profesional sejak 1980, Edy adalah saksi sejarah musik Malang dan merupakan generasi terakhir dari grup legendaris Band Bentoel.

​Ia dikenal memiliki kemampuan manajerial dan kreatif. Tak hanya piawai mengolah vokal, Edy telah menciptakan 4 lagu orisinal. Salah satu karyanya bahkan pernah mendapat apresiasi luas setelah dibawakan kembali oleh musisi asal Surabaya di kancah musik kafe.

​Baginya, menyanyi adalah warisan bakat dari sang ayah yang kini telah menjadi jati diri selama puluhan tahun.

Sementara itu, Indra Setiyadi merupakan pengusaha peduli sejarah musik. Sebagai pemilik Rumah Makan Kertanegara, Indra memberikan dukungan fasilitas penuh dengan menjadikan tempatnya sebagai basecamp tetap latihan MLB.

Owner RM Kertanegara ini, menegaskan bahwa menghargai musisi senior adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah.

“Eksistensi musisi muda saat ini adalah buah dari perjuangan para senior. Mereka harus didukung terus agar generasi muda memiliki literasi sejarah musik yang kuat,” tegas Indra Setiyadi.

​Penikmat lagu-lagu klasik seperti “Dalam Kerinduan” ini menilai sosok Edy Pramono sebagai aset vokalis senior yang langka dan patut diberikan ruang apresiasi setinggi-tingginya.

​Saat ini, Malang Legend Band didukung oleh barisan musisi berpengalaman yang berasal dari wilayah Malang dan Batu. Formasi lengkap mereka meliputi:

​- Vokal: Edy Pramono & Lolita
​- Bass: Mas Ping (Senior)
​- Keyboard: Mas Rofiq & Mas Arif
​- Drum: Odi
​- Saxophone: Mas Doni
​- Gitar: Mas Faiz

​Setelah sebelumnya sukses menggelar konser di Anang Karaoke, MLB kini menatap penampilan ketiga mereka yang direncanakan berlangsung di kawasan Singosari.

Dengan persiapan teknis yang matang di Kertanegara, grup ini optimis dapat menyuguhkan nostalgia berkualitas tinggi bagi para pencinta musik pop legendaris di Malang Raya.

​Sinergi antara tokoh usaha seperti Indra Setiyadi dan musisi senior seperti Edy Pramono membuktikan bahwa ekosistem seni di Malang tetap tumbuh subur melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan nilai sejarah.

(Kim)

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru