JAKARTA, NGALAMUTAS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra bertambah menjadi 1.157 orang. Peningkatan jumlah ini terjadi setelah ditemukannya tiga jasad korban di Aceh Utara, Kamis (1/1/2026) lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta. “Pada hari ini ada tiga jasad yang ditemukan di Aceh Utara sehingga ini menambah jumlah total rekapitulasi korban jiwa meninggal dunia dari 1.154 jiwa per kemarin menjadi 1.157 jiwa,” ujarnya.
Perincian korban meninggal dunia per provinsi adalah sebagai berikut: Aceh tercatat 530 jiwa dengan 30 orang masih hilang; Sumatra Utara sebanyak 365 jiwa dengan 60 orang hilang; dan Sumatra Barat sebanyak 262 jiwa dengan 74 orang hilang. Sehingga total masyarakat yang dilaporkan hilang saat ini mencapai 165 jiwa.
“Operasi pencarian masih terus dilakukan sampai kita mengupayakan jumlah korban atau daftar nama yang masuk dalam daftar pencarian berkurang seminimal mungkin,” tuturnya.
Sementara itu, jumlah pengungsi juga bertambah sebanyak 2.196 jiwa, membuat total warga yang mengungsi kini mencapai 380.360 jiwa di ketiga provinsi tersebut.
Pemerintah juga telah menyiapkan lebih dari 1.050 unit hunian sementara (Huntara) untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara korban, terutama di Aceh Tamiang dan beberapa daerah lainnya.
Selain itu, berbagai bantuan sosial seperti perabotan rumah tangga dari Kementerian Sosial serta dukungan dari kementerian dan lembaga terkait akan diberikan untuk percepatan pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat terdampak.
Ngalamutas.com
![]()














