Gunung Merapi (Level III Siaga) Catat 3 Kali Guguran Lahar, Waspada Lahar Dingin Akibat Hujan

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN, NGALAMUTAS.COM – Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan visual yang signifikan. Pada pengamatan Sabtu pagi (27/12/2025), gunung api aktif setinggi 2.968 mdpl tersebut mencatat peluncuran guguran lahar sebanyak tiga kali dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih.

Berdasarkan laporan berkala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga).

Penyusun laporan BPPTKG, Rachmad Widyo Laksono, menyebutkan bahwa selain guguran lahar, kegempaan di dalam tubuh Merapi masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 36 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-29 mm serta 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak. Data pemantauan juga menunjukkan pasokan magma yang masih berlangsung, yang memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya.

Secara visual, gunung tersebut sempat tertutup kabut 0-III dengan cuaca mendung dan angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara di sekitar puncak tercatat 20 derajat Celcius dengan kelembaban mencapai 99 persen.

Selain aktivitas vulkanik, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai berhulu Merapi diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. BPPTKG melaporkan bahwa hujan telah terjadi di puncak gunung mulai pukul 05.45 WIB, dengan curah hujan 5 mm, durasi 39 menit, dan intensitas 25 mm/jam. “Mengingat hujan masih berlangsung, waspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” tulis BPPTKG melalui kanal informasinya.

Hingga saat ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi daerah bahaya. Sektor selatan-barat daya masih menjadi kawasan paling rawan, dan masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah tersebut serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif. “Tetap tenang, patuhi rekomendasi dari pemerintah daerah setempat, dan selalu pantau perkembangan aktivitas Merapi melalui kanal resmi,” tutup laporan tersebut.

Ngalamutas.com
(Sumber: BPPTKG)

Loading

Berita Terkait

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur
Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.
Turunnya Wahyu Purbaningrat Kepemimpinan Bagi Pemimpin yang Adil dan Mengutamakan Rakyat.
DPD PITI Malang Raya Fasilitasi WN China Masuk Islam, Li Huilin Resmi Jadi Mualaf di Kota Malang
Bersih Desa Wadung 2026, Lakon “Wahyu Purboningrat” Gaungkan Nilai Kepemimpinan dan Gotong Royong.
Gudang SMPN 3 Tunjungan Blora Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Kecelakaan Lalu Lintas, Satu Pengendara Motor Tewas
Sindikat Curanmor Lintas Wilayah di Acara Dangdut Todanan Digulung, 3 Tersangka Berbagi Peran

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:22 WIB

Turunnya Wahyu Purbaningrat Kepemimpinan Bagi Pemimpin yang Adil dan Mengutamakan Rakyat.

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:20 WIB

DPD PITI Malang Raya Fasilitasi WN China Masuk Islam, Li Huilin Resmi Jadi Mualaf di Kota Malang

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:56 WIB

Bersih Desa Wadung 2026, Lakon “Wahyu Purboningrat” Gaungkan Nilai Kepemimpinan dan Gotong Royong.

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:32 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas, Satu Pengendara Motor Tewas

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sindikat Curanmor Lintas Wilayah di Acara Dangdut Todanan Digulung, 3 Tersangka Berbagi Peran

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:05 WIB

Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

Berita Terbaru