SLEMAN, NGALAMUTAS.COM – Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan visual yang signifikan. Pada pengamatan Sabtu pagi (27/12/2025), gunung api aktif setinggi 2.968 mdpl tersebut mencatat peluncuran guguran lahar sebanyak tiga kali dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih.
Berdasarkan laporan berkala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, status Gunung Merapi masih bertahan di Level III (Siaga).
Penyusun laporan BPPTKG, Rachmad Widyo Laksono, menyebutkan bahwa selain guguran lahar, kegempaan di dalam tubuh Merapi masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 36 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-29 mm serta 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak. Data pemantauan juga menunjukkan pasokan magma yang masih berlangsung, yang memicu terjadinya awan panas guguran di daerah potensi bahaya.
Secara visual, gunung tersebut sempat tertutup kabut 0-III dengan cuaca mendung dan angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara di sekitar puncak tercatat 20 derajat Celcius dengan kelembaban mencapai 99 persen.
Selain aktivitas vulkanik, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai berhulu Merapi diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. BPPTKG melaporkan bahwa hujan telah terjadi di puncak gunung mulai pukul 05.45 WIB, dengan curah hujan 5 mm, durasi 39 menit, dan intensitas 25 mm/jam. “Mengingat hujan masih berlangsung, waspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” tulis BPPTKG melalui kanal informasinya.
Hingga saat ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi daerah bahaya. Sektor selatan-barat daya masih menjadi kawasan paling rawan, dan masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah tersebut serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif. “Tetap tenang, patuhi rekomendasi dari pemerintah daerah setempat, dan selalu pantau perkembangan aktivitas Merapi melalui kanal resmi,” tutup laporan tersebut.
Ngalamutas.com
(Sumber: BPPTKG)
![]()














