ACEH, NGALAMUTAS.COM – Pemerintah Aceh memastikan tidak pernah melarang atau mempersulit masuknya bantuan dari negara luar untuk penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Tanah Rencong. Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan, Aceh terbuka menerima bantuan dari pihak manapun.
“Saya rasa tidak ada halangan. Tidak ada (intervensi), tidak ada larangan. Mereka membantu kita, masak kita persulit, kan bodoh,” ujar Mualem pada Minggu (7/12).
Ia menyebut sejauh ini belum menerima laporan adanya bantuan luar negeri yang terhambat masuk ke Aceh. Sebaliknya, Pemerintah Aceh akan mempermudah seluruh proses agar bantuan dapat segera digunakan untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak.
Mualem mencontohkan bantuan obat-obatan dan peralatan medis yang dikirim dari Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai bentuk dukungan internasional yang berjalan lancar. “Yang jelas bantuan dari luar kita usahakan dengan cepat,” katanya.
Menurut Gubernur, kebutuhan pascabencana saat ini masih sangat tinggi, terutama tenaga medis yang jumlahnya terbatas. “Lebih-lebih tenaga medis, dokter juga kurang,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan terdapat empat daerah yang mengalami kerusakan terparah dari 18 kabupaten/kota terdampak, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. Daerah-daerah tersebut mengalami kerusakan berat mulai dari kawasan hulu hingga pesisir. “Mereka (empat daerah) itu dari hulu sampai ke laut habis semua,” ujar Mualem.
Sumber: AJNN NET
(Red)
![]()














