MOJOKERTO (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, pada Selasa (2/12) petang. Insiden di bawah guyuran hujan itu menelan nyawa seorang pemotor yang masih duduk di kelas 2 SD, sementara dua orang lain selamat.
Korban yang meninggal dunia diketahui berinisial BSK, berusia 8 tahun, warga Kecamatan Jetis. Sekitar pukul 16.30, ia bersama adiknya EWFP (6 tahun) dibonceng oleh kakak mereka, ILJ (18 tahun), yang mengendarai motor Honda Beat nopol W 6058 NFV. Motor matik berbonceng tiga itu melaju dari arah Gedeg menuju Jetis.
Setiba di lokasi, ILJ, yang merupakan pelajar SMK, berusaha menyalip mobil Daihatsu Gran Max nopol L 9286 CK dari sisi kanan. Ketika sedang mendahului di jalur lawan, ia mendadak hilang kendali hingga motor terjatuh. EWFP dan ILJ jatuh ke arah kiri, sedangkan BSK terpelanting ke kanan.
Tubuh BSK kemudian masuk ke kolong dan terlindas truk tangki nopol N 9253 UQ yang disopiri Mulyo Toso (22 tahun), warga Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, yang melaju dari arah sebaliknya. “Motornya habis nyalip, sepertinya panik akhirnya mereka jatuh. Saya hindari (banting setir) ke kiri,” ungkap Mulyo di lokasi.
Akibat luka serius, nyawa BSK melayang saat itu juga. Sementara ILJ dan EWFP selamat dari maut, begitu juga dengan sopir Gran Max dan truk tangki. Namun, ekor truk tangki muatan tetes tebu sempat menyenggol body kanan Gran Max hingga ringsek. “Satu yang meninggal. Nggak tahu itu terlindas (truk miliknya) atau tidak. Yang jelas ekor truk ini nyenggol Gran Max,” akui Mulyo.
Peristiwa langsung ditangani oleh kepolisian. Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, sedangkan ketiga kendaraan diamankan sebagai barang bukti.
(Sumber: radarmojokerto)
(LS/Red)
![]()














