Pedagang Eceran BBM di Banda Aceh Diduga Naikkan Harga Pertalite Jadi Rp30 Ribu Per Liter, Warga Mengeluh

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH, NGALAMUTAS.COM – Sejumlah pedagang eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan Banda Aceh diduga menaikkan harga Pertalite hingga mencapai Rp30 ribu per liter. Harga tersebut melonjak jauh dari harga normal eceran yang biasanya sekitar Rp12 ribu, menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari warga.

Warga Gampong Punge, Sayed, mengungkapkan bahwa harga yang berlaku saat ini sangat tidak wajar, apalagi di tengah kondisi Aceh yang sedang dilanda musibah. “Kemarin harganya Rp18 ribu per liter, hari ini naik jadi Rp30 ribu,” keluh Sayed, Selasa (2/12/2025).

Mengetahui kondisi tersebut, Sayed memilih mengantre di SPBU Punge meskipun antrean panjang mencapai ratusan meter dari SPBU hingga ke Gampong Blang Oi. “Daripada saya beli Rp30 ribu per liter, mending saya antre di SPBU,” ujarnya. Ia mengaku rela menunggu selama dua jam demi mendapatkan BBM, dan berharap pedagang eceran tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah kesulitan masyarakat. “Masyarakat Aceh lagi dilanda musibah, jangan menzalimi satu sama lain, kasihan pada yang lain,” tegasnya.

Warga Punge Blang Cut lainnya, Nurul Huda, juga menyebutkan bahwa harga Pertamax di eceran naik menjadi Rp18 ribu. Ia memilih membeli secara eceran dengan harga tersebut daripada harus menunggu lama di SPBU. “Daripada ngantri di SPBU panjang kali, kami isi eceran aja,” katanya.

Pantauan awak media di beberapa SPBU di Kota Banda Aceh menunjukkan antrean warga yang mengular hingga beberapa kilometer, seperti yang terlihat di SPBU Lamnyong hingga ke jembatan Krueng Cut. Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Lueng Bata dan Lamdingin. Banyak warga yang membawa jeriken, baik kecil maupun besar, untuk dijual kembali secara eceran maupun digunakan untuk kebutuhan pribadi.

Sebagai masyarakat, kita berharap agar instansi pemerintahan turut memantau dan mengawasi harga BBM di lapangan agar tidak menaikkan harga di luar ketentuan dan batas yang berlaku. Pengawasan yang ketat diperlukan agar harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

(Sumber: acehonline.co)
(Red)

Loading

Berita Terkait

Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari
Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.
Target Besar DPD PAN Kabupaten Malang Memecah Kebuntuan Kursi DPRD Melalui Sosok Visioner Abah Makhrus.
Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara
Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol
Cetak Auditor Tangguh, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tuntaskan Pelatihan Sispamobvitnas
Kapolres Kediri Terima Audiensi PJDBI, Bahas Penguatan Diklat dan Edukasi Kebangsaan
Polres Blora Amankan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Ilegal dari Tuban

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:52 WIB

Motor hingga Uang Tunai Raib Dibawa Maling, Warga Sidorejo Malang Terkejut Pagi Hari

Selasa, 21 April 2026 - 12:28 WIB

Mandiri Ekonomi, Cara DPC Srikandi PP Kota Malang Terjemahkan Perjuangan Kartini.

Selasa, 21 April 2026 - 12:21 WIB

Target Besar DPD PAN Kabupaten Malang Memecah Kebuntuan Kursi DPRD Melalui Sosok Visioner Abah Makhrus.

Selasa, 21 April 2026 - 05:52 WIB

Polantas Menyapa : Polres Probolinggo Intensifkan Edukasi Keselamatan Berkendara

Selasa, 21 April 2026 - 05:51 WIB

Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Kapolres Kediri Terima Audiensi PJDBI, Bahas Penguatan Diklat dan Edukasi Kebangsaan

Senin, 20 April 2026 - 13:04 WIB

Polres Blora Amankan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Ilegal dari Tuban

Senin, 20 April 2026 - 09:37 WIB

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan DPO Curanmor di Kalimas, Sempat Kabur Usai Viral

Berita Terbaru