ACEH, NGALAMUTAS.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengira listrik di Bener Meriah telah kembali normal setelah padam saat bencana banjir pada 24 November 2025. Namun, ternyata itu adalah salah perkiraan.
“Listrik saya rasa sudah normal kan? Karena kemarin PLN ke sini sudah membetulkan listrik,” kata Mualem kepada wartawan di Bandara Rembele, Bener Meriah, Selasa (2/12/2025). Saat ini, aliran listrik di daerah tersebut mati total. Sebagian warga menggunakan mesin genset untuk mendapatkan energi, namun genset tersebut juga terancam padam karena tak ada bahan bakar di tangki.
Mualem menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan tiga ton Bahan Bakar Minyak (BBM), namun untuk kebutuhan alat berat yang bertugas menembus jalan yang tertimbun longsor. “Kalau BBM kita sudah siapkan tiga ton untuk alat berat sebagai penembusan jalan yang tertibun longsor,” ujarnya.
Selain Bener Meriah, Mualem menyatakan daerah di Aceh yang terkena dampak banjir paling parah adalah Aceh Utara, Bireuen, dan Langsa. Ia juga berjanji segera memperbaiki akses jalan KKA dari Aceh Utara menuju Bener Meriah, karena hanya akses tersebut yang diprioritaskan untuk penyaluran bantuan logistik. “Saya sudah perintahkan PUPR Aceh agar akses Aceh Utara menuju Bener Meriah segera dibukakan. Intinya mana akses yang lebih mudah, itu yang didahulukan,” katanya.
Kunjungan Mualem ke Bener Meriah kali ini bertujuan melakukan pemantauan kondisi wilayah sekaligus menyalurkan bantuan sembako dan satu unit Starlink untuk daerah tersebut.
Sumber: AJNN.NET
(RED)
![]()







