JAKARTA, NGALAMUTAS.COM – Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan sejumlah warga, yang diduga merupakan korban bencana di Sibolga, melakukan penjarahan beras dari gudang Bulog. Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara membenarkan terjadinya insiden tersebut.
“Memang benar, ada sebagian masyarakat yang masuk ke gudang Bulog dan mengambil beras,” ujar Budi Cahyanto, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, kepada media di Sibolga, Sabtu (29/11/2025).
Budi menjelaskan bahwa pihaknya masih kesulitan untuk mendapatkan informasi detail mengenai jumlah beras yang diambil. Hal ini disebabkan oleh gangguan jaringan internet yang menghambat komunikasi dengan tim di lapangan.
“Jumlah pastinya masih belum bisa kami pastikan. Data terakhir yang kami peroleh dari sistem, di gudang tersebut terdapat sekitar 2400 ton beras dan 43 ribu liter minyakita,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa stok beras dan minyakita tersebut memang dipersiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat, termasuk sebagai bagian dari bantuan bencana.
“Penyaluran bantuan bencana sendiri biasanya kami lakukan berdasarkan surat dari bupati,” jelas Budi.
Budi menyayangkan tindakan penjarahan tersebut, karena berpotensi mengganggu kelancaran distribusi bantuan kepada para korban bencana lainnya.
“Justru itu masalahnya, jika beras sudah habis diambil, lalu bagaimana kami akan memberikan bantuan? Opsi bantuan bisa melalui udara atau laut, tetapi jalur laut pun terkendala karena Nias juga mengalami dampak serupa,” imbuhnya.
Bulog mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, dan meyakinkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menyalurkan bantuan kepada para korban.
Saat ini, Bulog tengah mengupayakan pasokan beras tambahan ke Sibolga, termasuk dengan mendatangkan beras dari luar Sumatera Utara melalui jalur laut.
(LS/Redaksi)
![]()














