KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Kabupaten Malang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-1625 pada 28 November 2025. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi pada tahun 1984, menandai momen penting untuk mengenang sejarah panjang daerah ini.
Sejarawan Habib Moestopo adalah tokoh penting yang merekomendasikan 28 November sebagai hari jadi Kabupaten Malang. Menurutnya, pemilihan tanggal ini bukan berdasarkan keputusan pemerintah kolonial Hindia-Belanda, melainkan merujuk pada Prasasti Dinoyo, sebuah prasasti kuno yang mencatat peristiwa penting di masa lalu.
Meskipun istilah “Kabupaten Malang” baru muncul pada 9 Mei 1820, hari jadi kabupaten ini justru didasarkan pada Prasasti Dinoyo yang lebih tua, yaitu dari tahun 760 Masehi. Prasasti ini menceritakan tentang peresmian sebuah bangunan suci untuk memuja Dewa Agastya, yang dibangun oleh Anana, cucu dari Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan.
Dalam Prasasti Dinoyo disebutkan bahwa peresmian bangunan tersebut dilakukan pada Jumat Legi, 1 Margasira 682 Saka, yang bertepatan dengan 28 November 760 dalam kalender Masehi. Jika mengacu pada perhitungan ini, Kabupaten Malang bisa dianggap sebagai salah satu wilayah tertua di Jawa Timur, bahkan lebih tua dari Kota Kediri yang berdiri pada 27 Juli 979 Masehi berdasarkan Prasasti Kwak.
Namun, penetapan 28 November sebagai hari jadi Kabupaten Malang juga memunculkan berbagai pendapat. Sejarawan M. Dwi Cahyono berpendapat bahwa tanggal ini lebih tepat disebut sebagai Hari Jadi Daerah Malang, karena Malang terdiri dari kota dan kabupaten. Ia menekankan bahwa yang diperingati seharusnya adalah terbentuknya wilayah administratif Malang, bukan hanya pemerintahannya saja.
Dwi Cahyono juga menambahkan bahwa wilayah Malang yang lebih luas, termasuk Kota Malang dan daerah sekitarnya seperti Kota Batu, juga bisa merayakan hari ini sebagai Hari Jadi Malang Raya. Menurutnya, 28 November 760 adalah momen penting untuk mengenang sejarah Malang secara keseluruhan.
Peninggalan sejarah seperti Candi Badut dan keberadaan Kerajaan Kanjuruhan juga menambah makna dari penetapan hari jadi ini. Kerajaan Kanjuruhan pernah menjadi pusat kekuasaan penting dan meninggalkan warisan sejarah yang masih bisa kita lihat hingga kini.
Dengan berbagai sudut pandang ini, peringatan hari jadi Kabupaten Malang bukan hanya sekadar perayaan administratif, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk mengingat sejarah dan budaya yang telah membentuk identitas daerah ini. Melalui penelusuran sejarah yang mendalam, kita diingatkan akan pentingnya menjaga warisan budaya yang menjadi bagian dari jati diri Malang dan sekitarnya.
Sumber: Ketik.com.
(LS)
![]()







