75 Siswa dan 5 Guru SMPN 10 Magelang Keracunan MBG.

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto Istimewa

i

Poto Istimewa

MAGELANG, NGALAMUTAS.COM – Kasus keracunan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kota Magelang. Sebanyak 75 siswa dan lima guru SMPN 10 Kota Magelang mengalami keluhan sakit perut setelah menyantap menu MBG pada Rabu (21/1/2026) lalu.

Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi putih, telur puyuh saus mentega, sayur cah pokcoy jagung manis, tempe kremes, dan buah semangka. Gejala pertama dirasakan beberapa siswa pada malam hari yang sama, namun laporan resmi baru diterima pihak Puskesmas Magelang Tengah pada Kamis (22/1/2026).

Kepala SMPN 10 Kota Magelang Sri Mulyani menjelaskan, awalnya hanya dua siswa yang mengeluh sakit perut dan dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). “Kemudian, usai bel istirahat, siswa yang mengeluh semakin bertambah. Tercatat kurang lebih 75 siswa dan 5 orang guru mengalami keluhan sakit perut,” ujarnya.

Pihak sekolah langsung meminta bantuan petugas puskesmas terdekat untuk penanganan dan pemberian obat. “Pihak puskesmas juga mengambil sampel feses dan muntahan yang telah dikirim ke Laboratorium di Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara menunggu hasil pemeriksaan, sekolah menghentikan sementara distribusi MBG dan menyuruh siswa membawa bekal sendiri. “Kami belum bisa menyimpulkan apapun sebelum hasil lab keluar,” tegas Sri Mulyani.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Larsita, membenarkan kejadian tersebut dan menambahkan bahwa laporan serupa juga datang dari SMAN 3 Kota Magelang. Laporan dugaan keracunan diterima pada Kamis (22/1/2026) pukul 11.30, setelah itu tim langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan investigasi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejowinangun Utara.

“SPPG mendistribusikan sebanyak 1.853 porsi makanan ke tiga sekolah, yakni SD Rejowinangun Utara 5, SMPN 10, dan SMAN 3 Magelang,” kata Larsita.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, telur puyuh saus mentega menjadi menu yang paling dicurigai. Sebanyak 24,08 persen responden menyatakan rasa telur tersebut tidak enak. Informasi menunjukkan telur puyuh sebanyak 97 kilogram diterima dapur pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 23.00 dalam kondisi hangat, terbungkus plastik wrapping, dan tidak disimpan di chiller sebelum diproses pada Rabu (21/1/2026) pukul 03.00.

Gejala dominan yang muncul pada korban meliputi sakit perut (88 persen), diare (74 persen), dan perut melilit (58 persen). Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Magelang telah mengambil sampel makanan dan air untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah, yang akan dilanjutkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

“Proses investigasi masih berjalan. Kami juga akan melanjutkan pemeriksaan terhadap penjamah makanan, analisis data, serta menetapkan status dan respon setelah seluruh hasil laboratorium diterima,” ucap Larsita.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM
Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba
Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo
Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.
Slogan “Blora Ramah Investasi”, HMI Tagih Janji dan Soroti Minimnya Industri Juga Sempitnya Lapangan Kerja
Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.
Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 06:43 WIB

Perkuat Pengembangan Usaha, Formades Jepara Berikan Bekal Bisnis Digital ke Anggota UMKM

Senin, 22 Juni 2026 - 03:02 WIB

Desa Sumurboto Dinilai Polda Jateng, Bukti Komitmen Warga Wujudkan Kampung Bebas Narkoba

Senin, 22 Juni 2026 - 01:47 WIB

Polsek Pagu Kawal Pertumbuhan Jagung Warga untuk Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemkab Blora Upayakan Bantuan Sambungan Listrik untuk 25 Warga Desa Buluroto, Banjarejo

Minggu, 21 Juni 2026 - 04:59 WIB

Menapak Jejak Sang Proklamator, Kader PDI Perjuangan Kedungkandang Gelar Ziarah Kebangsaan di Blitar.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:54 WIB

Apel Akbar Simpatisan MBG di Malang Raya, Petani hingga UMKM Serukan Keberlanjutan Program.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:40 WIB

Manganan / Sedekah Bumi Desa Cabean Kecamatan Cepu Blora, Bentuk Puji Syukur dan Menjaga Tradisi Leluhur

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Berita Terbaru